Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Kecewa Akibat Hakim Putuskan Restitusi Hanya Rp15 Juta
Rabu, 01 Januari 2025 - 05:55 WIB
loading...
A
A
A
Sehingga penetapan hak restitusi untuk 63 orang keluarga korban meninggal dunia diputuskan senilai Rp15 juta dan 8 orang luka-luka senilai Rp10 juta, dengan total restitusi Rp1,02 miliar.
Salah satu keluarga korban Devi Athok menyatakan, kekecewaannya atas putusan hakim terhadap pengajuan restitusi yang diajukan keluarga korban. Baginya, santunan atau donasi yang diberikan itu tidak bisa disamakan dengan restitusi.
Baca juga: Sidang Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya, Aremania Dilarang Masuk
"Kami sangat kecewa, saya bilang ini bodoh karena menganggap donasi itu sebagai restitusi," ucap Devi Athok, dikonfirmasi pada Selasa malam (31/12/2024).
Baginya putusan restitusi yang dihargai Rp15 juta untuk satu keluarga korban dinilainya tidak sebanding dengan nyawa yang hilang. Apalagi dalam peristiwa 1 Oktober 2022 lalu Devi kehilangan dua anak perempuannya.
"Sekarang restitusi saja Rp15 juta. Ya kita tukar posisi saja. Seandainya anaknya terbunuh dua sebagai ganti anak saya, dua yang meninggal, saya beri Rp15 juta," kata warga Bululawang, Kabupaten Malang ini.
Salah satu keluarga korban Devi Athok menyatakan, kekecewaannya atas putusan hakim terhadap pengajuan restitusi yang diajukan keluarga korban. Baginya, santunan atau donasi yang diberikan itu tidak bisa disamakan dengan restitusi.
Baca juga: Sidang Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya, Aremania Dilarang Masuk
"Kami sangat kecewa, saya bilang ini bodoh karena menganggap donasi itu sebagai restitusi," ucap Devi Athok, dikonfirmasi pada Selasa malam (31/12/2024).
Baginya putusan restitusi yang dihargai Rp15 juta untuk satu keluarga korban dinilainya tidak sebanding dengan nyawa yang hilang. Apalagi dalam peristiwa 1 Oktober 2022 lalu Devi kehilangan dua anak perempuannya.
"Sekarang restitusi saja Rp15 juta. Ya kita tukar posisi saja. Seandainya anaknya terbunuh dua sebagai ganti anak saya, dua yang meninggal, saya beri Rp15 juta," kata warga Bululawang, Kabupaten Malang ini.
Lihat Juga :