Kisah 2 Anggota Laskar Pangeran Diponegoro Dimakamkan di Gunung Kawi Malang
Kamis, 26 Desember 2024 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
"Eyang Djoego adalah putra seorang ulama yang akhirnya juga memilih jalan menjadi seorang pendakwah yang banyak membantu orang yang membutuhkan. Darimana saja bisa datang meminta bantuan beliau," tuturnya.
Dari karomah beliau itulah akhirnya konon banyak masyarakat saat itu hadir dan memeluk agama Islam. Apalagi beberapa masyarakat merasa sang ulama ini memiliki kelebihan dalam hal karomah, karena kedekatannya dengan Allah SWT.
"Dan subhanallah ternyata banyak yang masalahnya bisa beres setelah bertemu dengan Eyang Djoego. Yang sakit sembuh,yang fakir mendapat rejeki, yang sedih jadi bahagia," bebernya.
Suatu ketika Eyang Djoego ini sempat berwasiat ke Raden Mas Iman Soedjono yang merupakan pengawal dan santri kesayangannya, untuk dimakamkan di lereng Gunung Kawi.
Kemudian saat Eyang Djoego meninggal pada 22 Januari 1871 itulah, Raden Mas Iman Soedjono melaksanakan wasiat sang guru dan membawanya ke daerah Wonosari, lokasi Pesarean Gunung Kawi saat ini.
"Ketika meninggal dunia Eyang Djoego berwasiat untuk dimakamkan di puncak bukit yang sebelumnya adalah hutan yang telah dibuka oleh rombongan murid-murid beliau, yang kemudian tempat itu kita kenal hari ini di Pesarean Gunung Kawi tersebut," ujarnya.
Dari karomah beliau itulah akhirnya konon banyak masyarakat saat itu hadir dan memeluk agama Islam. Apalagi beberapa masyarakat merasa sang ulama ini memiliki kelebihan dalam hal karomah, karena kedekatannya dengan Allah SWT.
"Dan subhanallah ternyata banyak yang masalahnya bisa beres setelah bertemu dengan Eyang Djoego. Yang sakit sembuh,yang fakir mendapat rejeki, yang sedih jadi bahagia," bebernya.
Suatu ketika Eyang Djoego ini sempat berwasiat ke Raden Mas Iman Soedjono yang merupakan pengawal dan santri kesayangannya, untuk dimakamkan di lereng Gunung Kawi.
Kemudian saat Eyang Djoego meninggal pada 22 Januari 1871 itulah, Raden Mas Iman Soedjono melaksanakan wasiat sang guru dan membawanya ke daerah Wonosari, lokasi Pesarean Gunung Kawi saat ini.
"Ketika meninggal dunia Eyang Djoego berwasiat untuk dimakamkan di puncak bukit yang sebelumnya adalah hutan yang telah dibuka oleh rombongan murid-murid beliau, yang kemudian tempat itu kita kenal hari ini di Pesarean Gunung Kawi tersebut," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :