Kisah 2 Anggota Laskar Pangeran Diponegoro Dimakamkan di Gunung Kawi Malang

Kamis, 26 Desember 2024 - 08:40 WIB
loading...
Kisah 2 Anggota Laskar...
Pendopo pesarean (makam) anggota Laskar Pangeran Diponegoro, Kiai Zakaria dan Raden Mas Iman Soedjono di Gunung Kawi, Malang. Foto/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Dua makam tokoh agama sekaligus anggota Laskar Pangeran Diponegoro menjadi daya tarik wisata di Gunung Kawi, Malang. Lokasinya berada dalam kompleks bangunan di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Di wisata ini terdapat dua makam yang menjadi tujuan para wisatawan, yakni makam Eyang Djoego atau bernama asli Kiai Zakaria II, dan muridnya Raden Mas Iman Soedjono yang merupakan sosok Eyang Djoego merupakan tokoh agama di masanya.

Baca juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya

Ia konon merupakan keturunan dari Raden Pakubuwana I yang memerintah di Keraton Mataram dari tahun 1705 sampai tahun 1719.

Alie Zainal Abidin selaku Juru bicara Yayasan Ngesti Gondo menjelaskan, bila Raden Mas Iman Soedjono merupakan pengawal atau orang kepercayaan dari Kyai Zakaria II.



Keduanya juga disebut merupakan anggota laskar Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa.

"Mereka berdua memang lari dan menyamarkan diri setelah kalah perang dengan Belanda. Tadinya mereka lari ke Blitar," kata Alie Zainal Abidin.

Baca juga: Kisah Kemenangan Pasukan Pangeran Diponegoro Hancurkan Tentara Belanda

Di Blitar inilah akhirnya Kyai Zakaria II menyebarkan agama islam dibantu oleh Raden Mas Iman Soedjono sang pengawal sekaligus bisa dikatakan murid kesayangannya.

Raden Mas Iman Soedjono pun mendedikasikan dirinya untuk mengabdi dan menjaga sang tokoh agama itu.

"Raden Mas Iman Soedjono yang sejak awal masa pelarian dari Jawa Tengah itu mendedikasikan hidup beliau untuk takdzim kepada Eyang Djoego," ucapnya.

Konon kata Alie, Eyang Djoego yang merupakan keturunan ningrat juga rela menyebarkan agama Islam berganti nama dengan Eyang Djoego.

Hal ini untuk menghindari kejaran dari pasukan Belanda, di masa peperangan. Apalagi Eyang Djoego juga merupakan putra seorang ulama bernama Kyai Zakaria, yang juga turut melakukan perang terhadap Belanda.

"Eyang Djoego adalah putra seorang ulama yang akhirnya juga memilih jalan menjadi seorang pendakwah yang banyak membantu orang yang membutuhkan. Darimana saja bisa datang meminta bantuan beliau," tuturnya.

Dari karomah beliau itulah akhirnya konon banyak masyarakat saat itu hadir dan memeluk agama Islam. Apalagi beberapa masyarakat merasa sang ulama ini memiliki kelebihan dalam hal karomah, karena kedekatannya dengan Allah SWT.

"Dan subhanallah ternyata banyak yang masalahnya bisa beres setelah bertemu dengan Eyang Djoego. Yang sakit sembuh,yang fakir mendapat rejeki, yang sedih jadi bahagia," bebernya.

Suatu ketika Eyang Djoego ini sempat berwasiat ke Raden Mas Iman Soedjono yang merupakan pengawal dan santri kesayangannya, untuk dimakamkan di lereng Gunung Kawi.

Kemudian saat Eyang Djoego meninggal pada 22 Januari 1871 itulah, Raden Mas Iman Soedjono melaksanakan wasiat sang guru dan membawanya ke daerah Wonosari, lokasi Pesarean Gunung Kawi saat ini.

"Ketika meninggal dunia Eyang Djoego berwasiat untuk dimakamkan di puncak bukit yang sebelumnya adalah hutan yang telah dibuka oleh rombongan murid-murid beliau, yang kemudian tempat itu kita kenal hari ini di Pesarean Gunung Kawi tersebut," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Dituding Lakukan Pesugihan...
Dituding Lakukan Pesugihan Gunung Kawi, Sarwendah Beri Sindiran Menohok
Nama Sarwendah Terseret...
Nama Sarwendah Terseret Isu Pesugihan Gunung Kawi, Ini Fakta Sebenarnya
Kisah Heroik Try Sutrisno,...
Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah
Rekomendasi
Arie Untung Dorong Sepatu...
Arie Untung Dorong Sepatu Lokal Naik Kelas, Hadir di Mal Bekasi
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
Berita Terkini
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved