Kisah 2 Anggota Laskar Pangeran Diponegoro Dimakamkan di Gunung Kawi Malang
Kamis, 26 Desember 2024 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka berdua memang lari dan menyamarkan diri setelah kalah perang dengan Belanda. Tadinya mereka lari ke Blitar," kata Alie Zainal Abidin.
Baca juga: Kisah Kemenangan Pasukan Pangeran Diponegoro Hancurkan Tentara Belanda
Di Blitar inilah akhirnya Kyai Zakaria II menyebarkan agama islam dibantu oleh Raden Mas Iman Soedjono sang pengawal sekaligus bisa dikatakan murid kesayangannya.
Raden Mas Iman Soedjono pun mendedikasikan dirinya untuk mengabdi dan menjaga sang tokoh agama itu.
"Raden Mas Iman Soedjono yang sejak awal masa pelarian dari Jawa Tengah itu mendedikasikan hidup beliau untuk takdzim kepada Eyang Djoego," ucapnya.
Konon kata Alie, Eyang Djoego yang merupakan keturunan ningrat juga rela menyebarkan agama Islam berganti nama dengan Eyang Djoego.
Hal ini untuk menghindari kejaran dari pasukan Belanda, di masa peperangan. Apalagi Eyang Djoego juga merupakan putra seorang ulama bernama Kyai Zakaria, yang juga turut melakukan perang terhadap Belanda.
Baca juga: Kisah Kemenangan Pasukan Pangeran Diponegoro Hancurkan Tentara Belanda
Di Blitar inilah akhirnya Kyai Zakaria II menyebarkan agama islam dibantu oleh Raden Mas Iman Soedjono sang pengawal sekaligus bisa dikatakan murid kesayangannya.
Raden Mas Iman Soedjono pun mendedikasikan dirinya untuk mengabdi dan menjaga sang tokoh agama itu.
"Raden Mas Iman Soedjono yang sejak awal masa pelarian dari Jawa Tengah itu mendedikasikan hidup beliau untuk takdzim kepada Eyang Djoego," ucapnya.
Konon kata Alie, Eyang Djoego yang merupakan keturunan ningrat juga rela menyebarkan agama Islam berganti nama dengan Eyang Djoego.
Hal ini untuk menghindari kejaran dari pasukan Belanda, di masa peperangan. Apalagi Eyang Djoego juga merupakan putra seorang ulama bernama Kyai Zakaria, yang juga turut melakukan perang terhadap Belanda.
Lihat Juga :