Kisah Inspiratif Perjuangan Petani Lada di Purbalingga Menembus Pasar Internasional
Sabtu, 07 Desember 2024 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun yang sama, melihat potensi lada Yogi memutuskan untuk memperluas usahanya ke perdagangan lada putih.
Baca juga: Bantu Petani Lada Purbalingga, KUB MTS Datangkan 3 Peneliti Jepang
Dengan segala keterbatasan, ia mulai mengumpulkan lada dari petani lokal, mengemasnya secara sederhana, dan memasarkannya ke pembeli, termasuk ke pasar Jakarta. Meski jumlahnya masih kecil, sekitar 15-20 ton per musim, langkah ini menjadi awal bagi Yogi untuk melihat potensi besar lada di pasar lokal dan nasional.
Kemudian pada 2021, Yogi bergabung dengan Upland Project, sebuah program Kementan yang memberikan pembinaan dan dukungan mulai dari hulu hingga hilir kepada petani. Setelah itu, program membawa perubahan signifikan dari berbagai aspek.
Yogi bersama kelompok tani mendapatkan pelatihan praktik budidaya yang baik hingga pendampingan dalam pengelolaan pascapanen. Kelompok tani bahkan berani mengambil langkah besar dengan memastikan produk lada dapat dijual ke luar negeri.
"Petani yang awalnya hanya melakukan budidaya tradisional mulai memahami pentingnya SOP. Ini meningkatkan hasil panen dan kualitas produk secara signifikan," ungkap Yogi.
Selain merubah cara padang para petani dalam produk yang berkualitas, Melalui program Upland, petani juga mendapatkan akses ke alat-alat modern, seperti mesin perontok, seed cleaner, dan alat pengering, yang membantu mereka menghasilkan produk dengan standar kualitas yang lebih tinggi.
Baca juga: Bantu Petani Lada Purbalingga, KUB MTS Datangkan 3 Peneliti Jepang
Dengan segala keterbatasan, ia mulai mengumpulkan lada dari petani lokal, mengemasnya secara sederhana, dan memasarkannya ke pembeli, termasuk ke pasar Jakarta. Meski jumlahnya masih kecil, sekitar 15-20 ton per musim, langkah ini menjadi awal bagi Yogi untuk melihat potensi besar lada di pasar lokal dan nasional.
Kemudian pada 2021, Yogi bergabung dengan Upland Project, sebuah program Kementan yang memberikan pembinaan dan dukungan mulai dari hulu hingga hilir kepada petani. Setelah itu, program membawa perubahan signifikan dari berbagai aspek.
Yogi bersama kelompok tani mendapatkan pelatihan praktik budidaya yang baik hingga pendampingan dalam pengelolaan pascapanen. Kelompok tani bahkan berani mengambil langkah besar dengan memastikan produk lada dapat dijual ke luar negeri.
"Petani yang awalnya hanya melakukan budidaya tradisional mulai memahami pentingnya SOP. Ini meningkatkan hasil panen dan kualitas produk secara signifikan," ungkap Yogi.
Selain merubah cara padang para petani dalam produk yang berkualitas, Melalui program Upland, petani juga mendapatkan akses ke alat-alat modern, seperti mesin perontok, seed cleaner, dan alat pengering, yang membantu mereka menghasilkan produk dengan standar kualitas yang lebih tinggi.
Lihat Juga :