KPK Panggil dan Periksa Wakil Bupati OKU Johan Anuar di Mapolres OKU

Minggu, 30 Agustus 2020 - 20:19 WIB
loading...
KPK Panggil dan Periksa...
Johan Anuar, Wakil Bupati OKU usai diperiksa KPK terlihat bergegas pergi meninggalkan Mapolres OKU. Foto/SINDOnews/Widori
A A A
BATURAJA - Anggota tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , diketahui berada di Kabupaten OKU. Kedatangan beberapa penyidik KPK guna memanggil Wakil Bupati OKU Johan Anuar untuk dimintai keterangan terkait kasus pengadaan lahan TPU di Kabupaten berjuluk Sebimbing Sekundang.

Tim KPK terpantau memanggil dan memeriksa Johan di salah satu ruangan di Mapolres OKU, pada Minggu (30/8/2020).

Hampir empat jam lebih Johan Anuar diperiksa di ruang pidsus Polres OKU. Johan tiba di Mapolres OKU menggunakan mobil BG 1443 F sekitar pukul 10.00 WIB, lalu langsung masuk ke ruangan unit Reskrim Polres OKU tepatnya di ruang Pidsus.

Johan keluar ruangan sekitar pukul 13.25 WIB dan langsung menuju mobil yang telah disiapkan meninggalkan Mapolres OKU. Johan nampak bergegas menghindari wartawan yang sudah menunggu sejak pagi.

Belum diketahui pasti penyelidikan apa yang dilakukan tim KPK yang sengaja datang ke OKU meminjam salah satu ruangan di Mapolres OKU untuk memintai keterangan dari wakil bupati OKU itu. (Baca juga: Ratusan Petambak Udang Binaan Pertamina Naik Kelas)

Sementara Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga saat ditanya wartawan membenarkan jika Johan diperiksa tim KPK. Namun, polres OKU, kata dia, hanya menyediakan tempat.

"Kami hanya memfasilitasi tempat saja. Kalau untuk jelasnya silahkan tanyakan ke Humas Polda," ucapnya. (Baca juga: COVID-19 Meningkat, Jalanan Protokol Kota Lubuklinggau Disemprot Disinfektan)
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
PASTI Indonesia Minta...
PASTI Indonesia Minta KPK Soroti Pengelolaan PDRD Raja Ampat Tahun 2025
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
KPK Sita Logam Mulia...
KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Rekomendasi
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved