Kisah Raja Panjalu dan Pasukan Gajah dengan 700 Pengawal jika Keluar Istana

Kamis, 31 Oktober 2024 - 08:05 WIB
loading...
Kisah Raja Panjalu dan...
Kerajaan Panjalu yang kemudian menjadi Kerajaan Kediri konon memiliki pasukan gajah yang menyertai sang raja bepergian. Foto: Ilustrasi/Ist
A A A
KERAJAAN Panjalu yang kemudian menjadi Kerajaan Kediri konon memiliki pasukan gajah yang menyertai sang raja bepergian. Hal ini didasari berita Cina dari para pedagang dan bangsawan yang singgah ke Kerajaan Panjalu.

Saat itu kemungkinan besar era sebelum dua Kerajaan Panjalu dan Janggala bersatu menjadi Kerajaan Kediri.

Pada sebuah karya dari Cina berjudul Chu-fan-chi yang ditulis para pengelana asal Cina menyebutkan Panjalu dipimpin seorang raja. Sang raja dibantu 3 putra dan 4 pembesar kerajaan bergelar Lo-ki-lien.

Baca juga: Amukan Untung Surapati yang Haus Darah Membuat VOC Belanda Kalang Kabut

Para pembantu Raja Panjalu konon tak pernah menerima bayaran alias gaji tetap. Namun, sang pejabat menerima hasil bumi sebagai penggantinya. Jumlah pegawai bawahan yang diserahkan tugas bermacam-macam jumlahnya lebih dari 300 orang.

Sejarawan Prof Slamet Muljana dalam bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" menjelaskan, yang dimaksud 3 putra adalah tiga pembesar yang bergelar Mahamenteri yakni Rakryan Mahamenteri Sirikan, Rakryan Mahamenteri Halu, dan Rakryan Mahamenteri Hino.

Sedangkan, 4 pembesar bergelar Lo-ki-lien atau Rakryan yaitu Rakryan Kanuruhan, Rakryan Apatih, Rakryan Rangga, serta Rakryan Demang.

Pembesar-pembesar tersebut memang terdapat pada berbagai prasasti Panjalu dan dipertahankan sampai pada zaman Kerajaan Majapahit.

Mengenai pegawai-pegawai bawahan yang diserahi berbagai tugas itu berjumlah lebih dari 300 orang. Mereka itu adalah para tanda. Namun, jumlah yang disebut itu terlalu banyak, melebihi jumlah yang disebut pada prasasti.

Sementara, pedagang Cina mendeskripsikan fisik Raja Panjalu dengan memiliki rambut digelung di atas kepala, mengenakan kain dan baju serta terompah kulit, kalungnya dibuat dari emas. Di istana dia duduk di atas kursi persegi. Para pembesar yang menghadap setiap hari jika akan pergi memberikan salam hormat atau menyembah 3 kali.

Jika keluar, sang prabu naik gajah atau kereta. Rakyat yang melihatnya di jalan semuanya berjongkok sampai sang gajah atau kereta berlalu. Pasukan pengiringnya berkisar 500-700 orang dalam sekali perjalanan.

Saat itu, Panjalu dikenal sebagai penghasil lada yang bergudang-gudang sebagai bahan dagangan. Para pedagang asing yang datang dengan perahu biasanya menyelundupkan mata uang untuk ditukarkan dengan lada.

Itulah salah satu sebab mengapa para pedagang Cina dilarang berdagang di Panjalu, namun larangan itu tidak dihiraukan.

Pedagang-pedagang asing datang ke Panjalu membawa pelbagai bahan dagangan di antaranya emas, perak, barang pecah-belah dari porselen, piring emas dan perak, barang-barang dari tembaga, kain sutera, serta kain damas.

Selain lada, yang diperdagangkan di Panjalu seperti gading, cula badak, mutiara, kapur barus, tulang penyu, kayu cendana, rempah-rempah, sulfur, safron, dan bermacam-macam burung. Rakyat Panjalu juga memelihara ulat sutera, menenun kain sutera beraneka warna dan kain brokat.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Buntut Pengunjung Masuk...
Buntut Pengunjung Masuk Kandang Gajah, Ragunan Perketat Pengawasan
DPR Apresiasi Polda...
DPR Apresiasi Polda Riau Bongkar Jaringan Perburuan Gajah Sumatera
Prabowo 5 Kali Kunjungi...
Prabowo 5 Kali Kunjungi Daerah Bencana, Istana: Ingin Pastikan Pemulihan Berjalan Cepat
Tragis, Bocah SD di...
Tragis, Bocah SD di Pekanbaru Kritis Diinjak Gajah Ngamuk
6.118 Personel Gabungan...
6.118 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Demo di Istana dan Gedung DPR
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Kepala BGN Diganti,...
Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Viral Bocah Nyaris Masuk...
Viral Bocah Nyaris Masuk Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Curiga Sengaja
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved