Danau Purba Matano Tetap Lestari, Bukti Penambangan Keberlanjutan untuk Negeri
Rabu, 30 Oktober 2024 - 21:14 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, PT Vale tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada aspek pemberdayaan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan perkembangan ekonomi di Luwu Timur. "Hal seperti ini penting disebarluaskan agar menjadi role model dalam tata pengelolaan pertambangan di Indonesia. Sehingga masyarakat mendapatkan perspektif baru tentang dunia pertambangan yang tidak identik dengan kerusakan lingkungan, lantaran kita menemukan role model yang bisa menjadi tonggak tata pengelola pertambangan dari Sulsel," pungkasnya.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) Hendra Sinadia mengungkapkan, harus diakui pertambangan adalah sektor yang selama ini membuat ekonomi Indonesia tetap bertahan saat berada di masa sulit.vKetua Komite Tambang dan Mineral Apindo Bidang ESDM ini menjelaskan, saat zaman covid-19 misalnya, sektor tambang tetap tumbuh dan menyelamatkan Indonesia dari ancaman resesi berkelanjutan.
"Waktu krisis keuangan global tahun 2008, banyak negara yang defisit keuangan. Indonesia tidak defisit, karena sektor tambang," ungkapnya.
Hendra juga menjelaskan, kue pendapatan hasil tambang untuk negara dalam bentuk pajak, PNBP, royalti, bagi hasil, persentasenya sangat besar. Dia pun mengakui kontribusi besar PT Vale terhadap bangsa Indonesia. "Saya ingat, waktu masih zaman INCO (PT Vale), perusahaan INCO bangun jalan, jembatan, bendungan hingga bandara. Kita bisa bayangkan, saat itu, saat infrastruktur jalan di daerah belum memadai, tapi jalanan di Sorowako sudah mulus," ungkapnya.
Di usianya yang sudah mencapai 56 tahun, PT Vale pun terus menegaskan komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Salah satunya melalui investasi-investasi baru untuk menggerakkan perekonomian nasional.
PT Vale mencatatkan penyerapan belanja modal (capex) mencapai USD118,5 juta hingga akhir Juni 2024, atau setara dengan 29,6% dari anggaran ahun 2024.
Pada kuartal-I 2024, INCO telah menghabiskan capex USD57,5 juta. Sementara pada kuartal-II, realisasi capex sudah mencapai USD61 juta.
Cheif Financial Officer PT Vale Rizky Andhika Putra mengungkapkan, perseroan telah mengalokasikan sekitar USD400 juta untuk keperluan belanja modal tahun 2024.
Investasi itu terbagi untuk dua kategori, yaitu rencana pengembangan, seperti di Pomalaa, serta sustaining capex untuk area operasional di Sorowako.
PT Vale disebutkan tengah berfokus mengoptimalkan produksi nikel di Sorowako, serta membangun beberapa proyek HPAL di Sorowako dan Pomalaa, serta area operasional Bahodopi.
Tambang Bahodopi diproyeksikan selesai pada kuartal-III tahun depan, sementara Pomalaa ditargetkan beroperasi pada kuartal-I tahun 2026 Manajemen mengaku bahwa proyek-proyek pengembangan dan optimasi yang direncanakan memang sejalan dengan semangat untuk menggenjot hilirisasi nikel sesuai arahan pemerintah. Hilirisasi yang dilakukan PT Vale akan terus berjalan sesuai rencana.
PT Vale juga mengumumkan pencapaian penting dalam upaya keberlanjutan dengan perolehan peringkat risiko environment, social, and governance (ESG) sebesar 29,4 dari Sustainalytics.
Peringkat ini menempatkan PT Vale dalam kategori Risiko ESG Menengah, sebuah peningkatan signifikan dari sebelumnya yang masuk dalam kategori Risiko ESG Tinggi. Dengan pencapaian ini, PT Vale kini menjadi perusahaan nikel Indonesia dengan peringkat risiko ESG terendah di kelompok ini.
Dari 238 perusahaan logam terdiversifikasi yang dinilai oleh Sustainalytics, kurang dari 20% berhasil mencapai kategori Risiko ESG Menengah, Rendah, atau Negligible. PT Vale menonjol sebagai satu-satunya perusahaan nikel Indonesia dalam kelompok prestisius ini, menegaskan kepemimpinannya dalam praktik ESG di sektor pertambangan.
Peningkatan peringkat ESG Vale tidak hanya mencerminkan kemajuan perusahaan, tetapi juga merupakan komitmen terhadap masa depan. PT Vale pun bertekad untuk terus menurunkan risiko ESG dan memainkan peran penting dalam lanskap pertambangan berkelanjutan di Indonesia.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) Hendra Sinadia mengungkapkan, harus diakui pertambangan adalah sektor yang selama ini membuat ekonomi Indonesia tetap bertahan saat berada di masa sulit.vKetua Komite Tambang dan Mineral Apindo Bidang ESDM ini menjelaskan, saat zaman covid-19 misalnya, sektor tambang tetap tumbuh dan menyelamatkan Indonesia dari ancaman resesi berkelanjutan.
"Waktu krisis keuangan global tahun 2008, banyak negara yang defisit keuangan. Indonesia tidak defisit, karena sektor tambang," ungkapnya.
Hendra juga menjelaskan, kue pendapatan hasil tambang untuk negara dalam bentuk pajak, PNBP, royalti, bagi hasil, persentasenya sangat besar. Dia pun mengakui kontribusi besar PT Vale terhadap bangsa Indonesia. "Saya ingat, waktu masih zaman INCO (PT Vale), perusahaan INCO bangun jalan, jembatan, bendungan hingga bandara. Kita bisa bayangkan, saat itu, saat infrastruktur jalan di daerah belum memadai, tapi jalanan di Sorowako sudah mulus," ungkapnya.
Di usianya yang sudah mencapai 56 tahun, PT Vale pun terus menegaskan komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Salah satunya melalui investasi-investasi baru untuk menggerakkan perekonomian nasional.
PT Vale mencatatkan penyerapan belanja modal (capex) mencapai USD118,5 juta hingga akhir Juni 2024, atau setara dengan 29,6% dari anggaran ahun 2024.
Pada kuartal-I 2024, INCO telah menghabiskan capex USD57,5 juta. Sementara pada kuartal-II, realisasi capex sudah mencapai USD61 juta.
Cheif Financial Officer PT Vale Rizky Andhika Putra mengungkapkan, perseroan telah mengalokasikan sekitar USD400 juta untuk keperluan belanja modal tahun 2024.
Investasi itu terbagi untuk dua kategori, yaitu rencana pengembangan, seperti di Pomalaa, serta sustaining capex untuk area operasional di Sorowako.
PT Vale disebutkan tengah berfokus mengoptimalkan produksi nikel di Sorowako, serta membangun beberapa proyek HPAL di Sorowako dan Pomalaa, serta area operasional Bahodopi.
Tambang Bahodopi diproyeksikan selesai pada kuartal-III tahun depan, sementara Pomalaa ditargetkan beroperasi pada kuartal-I tahun 2026 Manajemen mengaku bahwa proyek-proyek pengembangan dan optimasi yang direncanakan memang sejalan dengan semangat untuk menggenjot hilirisasi nikel sesuai arahan pemerintah. Hilirisasi yang dilakukan PT Vale akan terus berjalan sesuai rencana.
PT Vale juga mengumumkan pencapaian penting dalam upaya keberlanjutan dengan perolehan peringkat risiko environment, social, and governance (ESG) sebesar 29,4 dari Sustainalytics.
Peringkat ini menempatkan PT Vale dalam kategori Risiko ESG Menengah, sebuah peningkatan signifikan dari sebelumnya yang masuk dalam kategori Risiko ESG Tinggi. Dengan pencapaian ini, PT Vale kini menjadi perusahaan nikel Indonesia dengan peringkat risiko ESG terendah di kelompok ini.
Dari 238 perusahaan logam terdiversifikasi yang dinilai oleh Sustainalytics, kurang dari 20% berhasil mencapai kategori Risiko ESG Menengah, Rendah, atau Negligible. PT Vale menonjol sebagai satu-satunya perusahaan nikel Indonesia dalam kelompok prestisius ini, menegaskan kepemimpinannya dalam praktik ESG di sektor pertambangan.
Peningkatan peringkat ESG Vale tidak hanya mencerminkan kemajuan perusahaan, tetapi juga merupakan komitmen terhadap masa depan. PT Vale pun bertekad untuk terus menurunkan risiko ESG dan memainkan peran penting dalam lanskap pertambangan berkelanjutan di Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :