Kisah Kabinet 100 Menteri yang Berakhir Kurang dari 100 Hari

Senin, 21 Oktober 2024 - 18:48 WIB
loading...
Kisah Kabinet 100 Menteri...
Kisah kabinet 100 menteri yang berakhir kurang dari 100 hari ini menarik untuk disimak. Kabinet itu adalah Kabinet Dwikora II atau Dwikora yang disempurnakan di era Presiden Soekarno. Foto/Wikipedia
A A A
KISAH kabinet 100 menteri yang berakhir kurang dari 100 hari ini menarik untuk disimak. Kabinet 100 menteri yang dimaksud adalah Kabinet Dwikora II atau Dwikora yang disempurnakan.

Namun nama kabinet tersebut diplesetkan jadi Kabinet Gestapu atau Kabinet 100 Menteri oleh lawan politik Presiden Soekarno.

Baca juga: 4 Jenderal TNI AD Kelahiran Ngawi Berkarier Moncer, Nomor Terakhir Menteri Kabinet Dwikora

Pada saat itu, jumlah anggota yang menempati Kabinet Dwikora II mencapai 108 kementerian.

Tujuan dari pembentukan Kabinet 100 Menteri adalah untuk menghadapi krisis sosial, ekonomi, dan keamanan setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).



Usai peristiwa G30S, kalangan mahasiswa dan pelajar mulai sering melakukan demonstrasi demi menyuarakan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura), yakni membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI), membersihkan kabinet dari unsur G30S/PKI, dan menurunkan harga dan perbaiki ekonomi.

Bukannya memenuhi tuntutan demonstran, Sukarno justru mempertahankan beberapa tokoh yang dikenal dekat dengan PKI dalam perombakan kabinet.

Di antaranya adalah Subandrio, Surachman, Oei Tjoe Tat, dan Sudibjo.

Baca juga: Daftar 27 Menteri Prabowo Kelahiran Jawa, Ini Nama-namanya

Hal itu membuat, tokoh-tokoh anti-PKI seperti Jenderal AH Nasution dan Arudji Kartawinata justru tidak dilibatkan, sehingga menambah kekecewaan masyarakat dan Angkatan Bersenjata.

Pada 4 Februari 1966, Sukarno resmi melantik Kabinet Dwikora II. Presiden pertama Indonesia itu menyebutkan jika kabinet ini dibentuk untuk memperkuat landasan perjuangan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Pelantikan itu lantas ditentang keras oleh kalangan pelajar. Gelombang aksi protes itu berujung tragis dengan gugurnya Arief Rahman Hakim, seorang mahasiswa Universitas Indonesia, yang tertembak oleh pasukan Tjakrabirawa.

Tidak hanya di kalangan akademisi, protes ini juga dilakukan oleh ABRI dan Front Pancasila menolak gagasan pembentukan Barisan Soekarno untuk memperkuat dukungan terhadap kepemimpinannya.

Sejak saat itu, mulai santer terdengar informasi tentang ancaman keamanan terhadap Sukarno. Presiden RI itu akhirnya berangkat ke Istana Bogor, di mana ia kemudian menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 alias Supersemar.

Surat tersebut memberi kewenangan pada Soeharto untuk mengambil langkah-langkah demi memulihkan keamanan negara.

Setelahnya, Soeharto lantas bergerak cepat dengan menangkap beberapa menteri, termasuk Omar Dhani, Subandrio, dan Chaerul Saleh.

Hingga pada 30 Maret 1966, Soeharto merombak kabinet menjadi Kabinet Dwikora III, yang menandai runtuhnya Kabinet 100 Menteri. Tak seperti besarnya anggota kabinet, Kabinet 100 Menteri hanya bertahan selama 32 hari.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Begini Cara BMI Perkenalkan...
Begini Cara BMI Perkenalkan Sosok Presiden ke-1 RI Soekarno kepada Generasi Muda
Ramalan Jayabaya Zaman...
Ramalan Jayabaya Zaman Edan: Anak Melawan Ibu, Pergaulan Bebas hingga Soekarno Lengser
Bung Karno Ramal Masa...
Bung Karno Ramal Masa Depan Indonesia di depan Media Asing Pasca G30S/PKI
Kisah Zulkifli Lubis,...
Kisah Zulkifli Lubis, Bapak Intelijen Indonesia Dituding Terlibat Peristiwa Cikini yang Meneror Soekarno
3 Hal Menarik dari Misteri...
3 Hal Menarik dari Misteri Harta Karun Soekarno, Disebut Sempat Mencuri Perhatian Orba
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Rekomendasi
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved