Ajaib! Doa Mustajab Bung Karno Bikin Karier Jenderal Kopassus LBP Melesat di Militer dan Politik
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 06:22 WIB
loading...
Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan atau LBP. Foto/IST
A
A
A
NAMA Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan atau LBP sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Pria kelahiran Toba Samosir, Sumatera Utara, pada 28 September 1947 ini merupakanorang terdekat Presiden Jokowi.
Karier dan kesuksesannya dalam berbagai bidang membuat Luhut menjadi sosok penting yang kerap diandalkan dalam berbagai situasi. Bahkan menjadi salah satu menteri yang diandalkan oleh Presiden ketujuh Republik Indonesia.
Dikutip dari buku biografinya berjudul “Luhut” yang ditulis oleh Nurmala Kartini Pandjaitan, adik Luhut Binsar Pandjaitan, diceritakan bagaimana jalan hidup anak sulung dari lima bersaudara pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu ini.
Baca juga: Kisah Unik Marsekal Ashadi Tjahjadi, 3 Kali Minta Diganti Jadi KSAU tapi Ditolak Panglima TNI
Sejak kecil hingga dewasa, perjalanan hidup Luhut penuh dengan kisah menarik, mulai dari masa kanak-kanak, remaja, terjun ke dunia militer, hingga menjadi pejabat negara yang ahli diberbagai bidang dan disegani.
![Ajaib! Doa Mustajab Bung Karno Bikin Karier Jenderal Kopassus LBP Melesat di Militer dan Politik]()
Presiden Soekarno saat mengunjungi Balige, Sumatera Utara. Foto/Istimewa
Namun, tak banyak yang tahu bahwa kesuksesan Luhut menapaki kariernya di dunia politik dan militer tidak lepas dari ramalan dan doa Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno. Kisah itu bermula saat kunjungan Presiden Soekarno pada 15 Juni 1948.
Saat itu sang proklamator mengunjungi daerah Balige, Sumatera Utara (Sumut), ibu Luhut yakni Siti Frida Naiborhu yang merupakan pengagum Bung Karno, ikut menyambut kedatangan presiden kala itu.
Momen itu menjadi momen yang akan selalu dikenang oleh keluarga Pandjaitan. Luhut saat itu masih bayi, dan mungkin karena terlihat berbeda dari bayi-bayi lain yang ada di sana gemuk, putih, dan aktif, ia menarik perhatian Bung Karno.
Baca juga: Kisah Menegangkan Mardi Rambo Jalankan Misi Kopassus di Bosnia hingga Minum Kubangan Air Kuda
“Mungkin karena Luhut terlihat berbeda dari banyak bayi yang ada, gendut, putih, dan aktif sekali. Ketika melihatnya, Bung Karno kemudian mendatangi mamak (ibunda Luhut) dan mengusap-usap kepala Luhut,” kata Tante Ria, adik dari ibunda Luhut, Siti Frida Naiborhu.
Sambil mengelus kepala bayi mungil itu, Bung Karno sempat mengucapkan doa dan kata-kata yang kelak akan menjadi kenyataan, “Suatu hari anak ini akan menjadi orang besar di negara Indonesia,” ucap Bung Karno.
Karier dan kesuksesannya dalam berbagai bidang membuat Luhut menjadi sosok penting yang kerap diandalkan dalam berbagai situasi. Bahkan menjadi salah satu menteri yang diandalkan oleh Presiden ketujuh Republik Indonesia.
Dikutip dari buku biografinya berjudul “Luhut” yang ditulis oleh Nurmala Kartini Pandjaitan, adik Luhut Binsar Pandjaitan, diceritakan bagaimana jalan hidup anak sulung dari lima bersaudara pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu ini.
Baca juga: Kisah Unik Marsekal Ashadi Tjahjadi, 3 Kali Minta Diganti Jadi KSAU tapi Ditolak Panglima TNI
Sejak kecil hingga dewasa, perjalanan hidup Luhut penuh dengan kisah menarik, mulai dari masa kanak-kanak, remaja, terjun ke dunia militer, hingga menjadi pejabat negara yang ahli diberbagai bidang dan disegani.

Presiden Soekarno saat mengunjungi Balige, Sumatera Utara. Foto/Istimewa
Namun, tak banyak yang tahu bahwa kesuksesan Luhut menapaki kariernya di dunia politik dan militer tidak lepas dari ramalan dan doa Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno. Kisah itu bermula saat kunjungan Presiden Soekarno pada 15 Juni 1948.
Saat itu sang proklamator mengunjungi daerah Balige, Sumatera Utara (Sumut), ibu Luhut yakni Siti Frida Naiborhu yang merupakan pengagum Bung Karno, ikut menyambut kedatangan presiden kala itu.
Momen itu menjadi momen yang akan selalu dikenang oleh keluarga Pandjaitan. Luhut saat itu masih bayi, dan mungkin karena terlihat berbeda dari bayi-bayi lain yang ada di sana gemuk, putih, dan aktif, ia menarik perhatian Bung Karno.
Baca juga: Kisah Menegangkan Mardi Rambo Jalankan Misi Kopassus di Bosnia hingga Minum Kubangan Air Kuda
“Mungkin karena Luhut terlihat berbeda dari banyak bayi yang ada, gendut, putih, dan aktif sekali. Ketika melihatnya, Bung Karno kemudian mendatangi mamak (ibunda Luhut) dan mengusap-usap kepala Luhut,” kata Tante Ria, adik dari ibunda Luhut, Siti Frida Naiborhu.
Sambil mengelus kepala bayi mungil itu, Bung Karno sempat mengucapkan doa dan kata-kata yang kelak akan menjadi kenyataan, “Suatu hari anak ini akan menjadi orang besar di negara Indonesia,” ucap Bung Karno.
Lihat Juga :