Deklarasi Halim-Joko Digelar Sederhana, Ingin Wujudkan Bantul Lebih Baik
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 20:32 WIB
loading...
Dua ibu-ibu warga Pleret Bantul memberikan cangkul dan sapu kepada pasangan Halim-Joko sebagai simbul bekerja dan menyapu praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. FOTO : IST
A
A
A
BANTUL - Bakda salat Jumat ratusan orang memadati pinggir Tempuran Sungai Opak di Pleret Bantul . Dengan sabar mereka berjajar di pinggir sungai di kompleks Tempuran Banyu Kencono.
Ya, Jumat (28/8/2020) siang itu di pinggir Tempuran Sungai Opak pasangan Abdul Halim Muslih – Joko Purnomo mendeklarasikan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam pilkada di Bantul mendatang.
Sekitar pukul 13.30 pasangan Halim-Joko tampak datang ke lokasi menggunakan perahu. Halim-Joko saat itu baru saja menunaikan salat Jumat di Masjid An Nur Karangwuni Segoroyoso bersama sejumlah pentinggi partai koalisi. Lokasi masjid berada di seberang sungai.
Begitu turun dari perahu, Halim dan Joko yang saat itu kompak memakai baju batik dan berpeci langsung disambut warga dan simpatisan. Mereka kemudian diarak menuju panggung terbuka yang berada sekitar 30 meter dari bibir sungai. Sejumlah petinggi partai koalisi juga tampak ikut naik ke panggung. Pasangan Halim dan Joko didukung oleh 7 partai koalisi.
Sebelum memberian pidato sambutan secara simbolis dua ibu-ibu warga setempat menyerahkan cangkul dan sapu kepada pasangan Halim-Joko. Cangkul sebagai simbol bekerja. "Sementara sapu sebagai simbol membersihkan praktik korupsi dan kolusi di pemerintahan," terang Hendro Pleret yang saat itu menjadi pembawa acara.
Ya, Jumat (28/8/2020) siang itu di pinggir Tempuran Sungai Opak pasangan Abdul Halim Muslih – Joko Purnomo mendeklarasikan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam pilkada di Bantul mendatang.
Sekitar pukul 13.30 pasangan Halim-Joko tampak datang ke lokasi menggunakan perahu. Halim-Joko saat itu baru saja menunaikan salat Jumat di Masjid An Nur Karangwuni Segoroyoso bersama sejumlah pentinggi partai koalisi. Lokasi masjid berada di seberang sungai.
Begitu turun dari perahu, Halim dan Joko yang saat itu kompak memakai baju batik dan berpeci langsung disambut warga dan simpatisan. Mereka kemudian diarak menuju panggung terbuka yang berada sekitar 30 meter dari bibir sungai. Sejumlah petinggi partai koalisi juga tampak ikut naik ke panggung. Pasangan Halim dan Joko didukung oleh 7 partai koalisi.
Sebelum memberian pidato sambutan secara simbolis dua ibu-ibu warga setempat menyerahkan cangkul dan sapu kepada pasangan Halim-Joko. Cangkul sebagai simbol bekerja. "Sementara sapu sebagai simbol membersihkan praktik korupsi dan kolusi di pemerintahan," terang Hendro Pleret yang saat itu menjadi pembawa acara.
Lihat Juga :