Aksi Heroik Jenderal Kopassus Hendropriyono Lumpuhkan Petinggi Komunis di Hutan Kalimantan
Kamis, 12 September 2024 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
“Sasaran berjarak 4,5 kilometer. Kami harus merayap perlahan di hutan yang gelap dan penuh jebakan alam,’ ujar Hendropriyono dalam bukunyaOperasi Sandhi Yudha sebagaimana dikutip SINDOnews, Kamis (12/9/2024).
Baca juga: Putra Jawa Timur yang Pernah Jabat Danjen Kopassus, 2 Nama Berhasil Tembus Jenderal Bintang Empat
Ada kode warna yang digunakan untuk mengatur kecepatan penyusupan: hijau berarti 10 meter/menit, kuning 5 meter/menit, dan merah artinya berhenti total. Tantangan pertama datang saat seekor ular kobra besar muncul tepat di depan Hendropriyono.
Tanpa panik, ia mengambil garam, satu-satunya alat perlindungan, dan tetap tak bergerak sampai ular itu berlalu. Setelah lima jam merayap, tim mencapai titik pemberhentian, tapi mereka masih harus menunggu hingga jam serangan tiba pada pukul 04.00.
Hawa dingin dan keheningan malam menemani mereka. Di tengah ketegangan, tiba-tiba terdengar suara dengkuran dari arah barat daya. Sersan Yulius Data, salah satu anggota tim, bergerak cepat dan diam-diam menghabisi seorang penjaga musuh yang tertidur.
“Sudah selesai, Pak,” ujar Yulius dengan tenang. Hendropriyono hanya bisa menarik napas panjang, sadar bahwa mereka semakin dekat dengan misi mereka. Namun, ketika waktu penyergapan tiba, Sukirjan ternyata belum berada di tempat persembunyiannya.
Baca juga: Kisah Magis Jenderal Sarwo Edhie, Satu Teriakan Lantang Bikin Ciut Nyali Pasukan Musuh
Baca juga: Putra Jawa Timur yang Pernah Jabat Danjen Kopassus, 2 Nama Berhasil Tembus Jenderal Bintang Empat
Ada kode warna yang digunakan untuk mengatur kecepatan penyusupan: hijau berarti 10 meter/menit, kuning 5 meter/menit, dan merah artinya berhenti total. Tantangan pertama datang saat seekor ular kobra besar muncul tepat di depan Hendropriyono.
Tanpa panik, ia mengambil garam, satu-satunya alat perlindungan, dan tetap tak bergerak sampai ular itu berlalu. Setelah lima jam merayap, tim mencapai titik pemberhentian, tapi mereka masih harus menunggu hingga jam serangan tiba pada pukul 04.00.
Hawa dingin dan keheningan malam menemani mereka. Di tengah ketegangan, tiba-tiba terdengar suara dengkuran dari arah barat daya. Sersan Yulius Data, salah satu anggota tim, bergerak cepat dan diam-diam menghabisi seorang penjaga musuh yang tertidur.
“Sudah selesai, Pak,” ujar Yulius dengan tenang. Hendropriyono hanya bisa menarik napas panjang, sadar bahwa mereka semakin dekat dengan misi mereka. Namun, ketika waktu penyergapan tiba, Sukirjan ternyata belum berada di tempat persembunyiannya.
Baca juga: Kisah Magis Jenderal Sarwo Edhie, Satu Teriakan Lantang Bikin Ciut Nyali Pasukan Musuh
Lihat Juga :