Kisah Pangeran Sambernyawa Menembus Gunung Lawu untuk Serang Belanda di Ponorogo
Minggu, 08 September 2024 - 06:25 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari "Antara Lawu dan Wilis: Arkeologi, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam Residen Madiun 1934 - 38, Gubernur Jenderal VOC Belanda Jacob Mossel yang menjabat 1750-61, melukiskan bahwa konstelasi konflik tersebut menyebabkan sang bupati wafat karena situasi rumit di antara pendukung Raja Mataram.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Gagal Raih Brevet Komando, Dapat Kehormatan di Pemakaman Jenderal Ahmad Yani
Menariknya, antara Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Sambernyawa akhirnya bisa bertemu di lereng Gunung Lawu.
Sebelumnya Pangeran Mangkubumi terlebih dahulu berupaya melakukan serangan ke Ponorogo yang menjadi penguasaan VOC Belanda.
Pasca pertemuan itu, kedua pasukan menyatukan kekuatan hingga menuju utara Gunung Lawu melalui Jogorogo, yang kini masuk Ngawi. Serangan-serangan yang sebelumnya gagal, pada serangan keempat akhirnya berhasil ditaklukkan.
Penaklukkan Ponorogo oleh Pangeran Sambernyawa membuat berhasil menyita harta benda milik sang penguasa di sana.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Gagal Raih Brevet Komando, Dapat Kehormatan di Pemakaman Jenderal Ahmad Yani
Menariknya, antara Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Sambernyawa akhirnya bisa bertemu di lereng Gunung Lawu.
Sebelumnya Pangeran Mangkubumi terlebih dahulu berupaya melakukan serangan ke Ponorogo yang menjadi penguasaan VOC Belanda.
Pasca pertemuan itu, kedua pasukan menyatukan kekuatan hingga menuju utara Gunung Lawu melalui Jogorogo, yang kini masuk Ngawi. Serangan-serangan yang sebelumnya gagal, pada serangan keempat akhirnya berhasil ditaklukkan.
Penaklukkan Ponorogo oleh Pangeran Sambernyawa membuat berhasil menyita harta benda milik sang penguasa di sana.
Lihat Juga :