Santri di Malang Jadi Korban Penganiayaan Pengasuh Ponpes, Begini Kronologinya
Rabu, 04 September 2024 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus LB Moerdani Miliki Taktik Jitu Senangkan Hartini Meski Jadi Bang Toyib
Penganiayaan ini disebut Leha sapaan akrabnya, karena korban melanggar aturan pondok pesantren dengan keluar lingkungan pondok pada malam hari tanpa pamit. Saat itu korban diduga membeli air galon ke luar area Ponpes.
“Sesuai dalam laporan, korban keluar pondok malam hari untuk membeli air galon, dengan menggunakan motor. Diduga itu yang menyebabkan korban dianiaya oleh pengasuh atau pengajar di pondok pesantren itu,” sambungnya.
Meski demikian, Unit PPA Satreskrim Polres Malang masih akan melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan tersebut.
“Kami masih akan mendalami, karena ini masih laporan awal. Visum sudah mintakan tinggal menunggu hasilnya. Dan kita sudah jadwalkan untuk pemeriksaan orang tua, terlapor dan saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu,” pungkasnya.
Penganiayaan ini disebut Leha sapaan akrabnya, karena korban melanggar aturan pondok pesantren dengan keluar lingkungan pondok pada malam hari tanpa pamit. Saat itu korban diduga membeli air galon ke luar area Ponpes.
“Sesuai dalam laporan, korban keluar pondok malam hari untuk membeli air galon, dengan menggunakan motor. Diduga itu yang menyebabkan korban dianiaya oleh pengasuh atau pengajar di pondok pesantren itu,” sambungnya.
Meski demikian, Unit PPA Satreskrim Polres Malang masih akan melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan tersebut.
“Kami masih akan mendalami, karena ini masih laporan awal. Visum sudah mintakan tinggal menunggu hasilnya. Dan kita sudah jadwalkan untuk pemeriksaan orang tua, terlapor dan saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu,” pungkasnya.
(ams)
Lihat Juga :