Kisah Laskar Wanita Malang Bantu Pejuang dalam Perang Gerilya Melawan Belanda
Senin, 26 Agustus 2024 - 07:39 WIB
loading...
A
A
A
Para gerilyawan ini memang memanfaatkan rumah-rumah warga sekitar untuk menjadi markasnya, hal ini untuk menghindari spionase atau mata-mata dari Belanda dan sekutunya. Terlebih ada beberapa wilayah yang harus dihindari oleh pejuang gerilyawan karena dikuasai Belanda.
Baca juga: Gemblengan Makan Telur di Malang Bikin Pejuang Pertempuran 10 November Kebal Peluru
"Tidak kalah pentingnya, para pejuang wanita tersebut merupakan mata dan telinga gerilyawan, sehingga sangat menguntungkan untuk menghindari serangan mendadak pasukan Belanda," kata pria pengelola Museum Reenactor Malang ini.
Pejuang Laswi juga harus menguasai medan dan mengerti pos-pos pemeriksaan yang didirikan tentara Belanda. Hal ini agar menghindari mereka tertangkap oleh Belanda, ketika melintasi pos-pos pemeriksaan dengan menyamar menjadi pedagang.
"Jadi butuh keberanian dan penuh resiko memang. Mereka juga jadi penunjuk jalan bagi para gerilyawan ini untuk bisa melintas rute yang aman. Mereka juga mengerti dan tahu tempat kedudukan komando dan pejuang gerilya," ujarnya.
Baca juga: Gemblengan Makan Telur di Malang Bikin Pejuang Pertempuran 10 November Kebal Peluru
"Tidak kalah pentingnya, para pejuang wanita tersebut merupakan mata dan telinga gerilyawan, sehingga sangat menguntungkan untuk menghindari serangan mendadak pasukan Belanda," kata pria pengelola Museum Reenactor Malang ini.
Pejuang Laswi juga harus menguasai medan dan mengerti pos-pos pemeriksaan yang didirikan tentara Belanda. Hal ini agar menghindari mereka tertangkap oleh Belanda, ketika melintasi pos-pos pemeriksaan dengan menyamar menjadi pedagang.
"Jadi butuh keberanian dan penuh resiko memang. Mereka juga jadi penunjuk jalan bagi para gerilyawan ini untuk bisa melintas rute yang aman. Mereka juga mengerti dan tahu tempat kedudukan komando dan pejuang gerilya," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :