Kisah Laskar Wanita Malang Bantu Pejuang dalam Perang Gerilya Melawan Belanda

Senin, 26 Agustus 2024 - 07:39 WIB
loading...
Kisah Laskar Wanita...
Pemeriksaan kepada pejuang wanita yang menyamar jadi pedagang di pos perbatasan Belanda. Foto/Reenactor Malang
A A A
PEJUANG wanita di Malang, Jawa Timur ikut mempertahankan kemerdekaan membantu gerilyawan. Mereka memang tidak angka senjata bergerilya, tapi menjadi perantara antar pasukan dan merawat para pejuang kemerdekaan yang terluka.

Laskar Wanita (Laswi) Malang yang dipimpin oleh Soeprapti berperan mengirimkan dokumen antar pasukan gerilyawan di beberapa wilayah di Malang raya. Para anggota Laswi ini juga punya andil dalam perawatan pejuang yang terluka saat agresi militer satu dan dua pada tahun 1948.

Baca juga: Kisah Pangeran Diponegoro Kerahkan Kawanan Bandit dan Perampok dalam Perang Melawan Belanda

"Tidak jarang beliau menyamar sebagai seorang perawat, serta ikut berperan dalam penculikan dokter, antara lain dr Sutoyo dari rumah sakit Turen untuk dibawa ke daerah gerilya," kata pemerhati sejarah Malang Eko Irawan, Senin (26/8/2024).

Tak jarang kata Eko, pasukan wanita ini memberikan suplai obat-obatan ke para gerilyawan di markas masing-masing. Selain menyuplai obat-obatan, Laswi juga mengurus jenazah-jenazah korban pertempuran.



"Bu Prapti dan kelompoknya kaum wanita telah ikut berjuang sejak pertempuran Surabaya, sampai dengan perang gerilya di wilayah Karesidenan Malang. Mereka giat mengurus jenazah-jenazah korban pertempuran, memberikan bantuan perawatan kepada korban perang yang terluka, dan giat di di dapur umum," jelasnya.

Para gerilyawan ini memang memanfaatkan rumah-rumah warga sekitar untuk menjadi markasnya, hal ini untuk menghindari spionase atau mata-mata dari Belanda dan sekutunya. Terlebih ada beberapa wilayah yang harus dihindari oleh pejuang gerilyawan karena dikuasai Belanda.

Baca juga: Gemblengan Makan Telur di Malang Bikin Pejuang Pertempuran 10 November Kebal Peluru

"Tidak kalah pentingnya, para pejuang wanita tersebut merupakan mata dan telinga gerilyawan, sehingga sangat menguntungkan untuk menghindari serangan mendadak pasukan Belanda," kata pria pengelola Museum Reenactor Malang ini.

Pejuang Laswi juga harus menguasai medan dan mengerti pos-pos pemeriksaan yang didirikan tentara Belanda. Hal ini agar menghindari mereka tertangkap oleh Belanda, ketika melintasi pos-pos pemeriksaan dengan menyamar menjadi pedagang.

"Jadi butuh keberanian dan penuh resiko memang. Mereka juga jadi penunjuk jalan bagi para gerilyawan ini untuk bisa melintas rute yang aman. Mereka juga mengerti dan tahu tempat kedudukan komando dan pejuang gerilya," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Kisah Heroik Try Sutrisno,...
Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah
Dukung Repatriasi Kekayaan...
Dukung Repatriasi Kekayaan Bangsa, Garuda Pulangkan Koleksi Sejarah dari Belanda
Rekomendasi
Veda Ega Pulang Kampung,...
Veda Ega Pulang Kampung, Mario Suryo Aji Jalani Pemulihan Cedera
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved