Tolak RUU Pilkada, Butet Kartaredjasa Berharap Sri Sultan HB X Terima Gerakan Sipil di Pisowanan Agung Jilid II
Kamis, 22 Agustus 2024 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
Butet mengatakan, apa yang sedang dipertontonkan oleh para elit saat ini tak lagi menjadi persoalan para politisi dan partai, tetapi juga persoalan rakyat Indonesia yang saat ini justru ditipu oleh para penguasa saat ini.
Baca juga: Dukung Putusan MK, Dosen Hukum Tata Negara UGM Liburkan Kelas Perkuliahan
"Kita tidak bisa melihat dengan diam ketika konstitusi, tempat bersandar hidup bersama ini dirusak, demokrasi dirusak, hukum diporakporandakan. Enggak mungkin kita hidup tanpa hukum, ndak mungkin kita di Indonesia hidup tanpa konstitusi dan demokrasi. Jadi jelas yang dilakukan oleh DPR kemarin itu bagi saya itu adalah suatu kejahatan yang terang benderang," katanya.
Dikutip dari berbagai sumber, pisowanan agung adalah sebuah tradisi di Yogyakarta yang merupakan pertemuan besar antara pemimpin tertinggi dan rakyatnya.
Pisowanan sendiri berasal dari kata sowan yang berarti bertemu. Dalam sejarah Yogyakarta, pisowanan agung merupakan sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya kepada pemimpin tertinggi yakni raja.
Baca juga: Dukung Putusan MK, Dosen Hukum Tata Negara UGM Liburkan Kelas Perkuliahan
"Kita tidak bisa melihat dengan diam ketika konstitusi, tempat bersandar hidup bersama ini dirusak, demokrasi dirusak, hukum diporakporandakan. Enggak mungkin kita hidup tanpa hukum, ndak mungkin kita di Indonesia hidup tanpa konstitusi dan demokrasi. Jadi jelas yang dilakukan oleh DPR kemarin itu bagi saya itu adalah suatu kejahatan yang terang benderang," katanya.
Dikutip dari berbagai sumber, pisowanan agung adalah sebuah tradisi di Yogyakarta yang merupakan pertemuan besar antara pemimpin tertinggi dan rakyatnya.
Pisowanan sendiri berasal dari kata sowan yang berarti bertemu. Dalam sejarah Yogyakarta, pisowanan agung merupakan sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya kepada pemimpin tertinggi yakni raja.
(shf)
Lihat Juga :