Kisah Cinta Pierre Tendean, Rela Masuk Islam Tapi Kandas di Tangan PKI
Kamis, 22 Agustus 2024 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Rukmini, yang merupakan penganut Islam yang taat, hanya bersedia melanjutkan hubungan jika Pierre berpindah agama. Demi cintanya, Pierre bersedia memeluk Islam, meski keputusan ini awalnya tidak disetujui oleh kedua orang tuanya, yang taat beragama Kristen.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Kisah Cinta Jenderal Kopassus Wismoyo Arismunandar, Melamar di Hadapan Presiden Soeharto
Pada akhirnya, kedua keluarga bertemu di Yogyakarta awal 1965 untuk membahas masa depan Pierre dan Rukmini. Meski orang tua Pierre meragukan kemampuannya menyesuaikan diri dengan kehidupan keluarga Rukmini yang sangat religius.
Pierre tetap teguh pada keputusannya. Pengalaman adiknya, Rooswidiati, yang menikah dengan seorang Muslim, Muhammad Jusuf Razak, memberi Pierre keyakinan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah halangan bagi cintanya.
Pierre bahkan sempat memberikan sumbangan besar untuk pernikahan adiknya sebagai tanda kasih sayangnya. Namun, kebahagiaan keluarga itu hanya sementara. Pierre ditugaskan kembali ke Medan bersama Jenderal Nasution pada 31 Juli 1965.
Namun hal itu menjadi pertemuan terakhirnya dengan Rukmini. Mereka sepakat untuk menikah pada Desember 1965. Namun, takdir berkata lain. Pada 1 Oktober 1965, Pierre diculik, disiksa, dan dibunuh oleh pasukan G30S/PKI.
Rencana pernikahan yang sudah diimpikan harus kandas. Rukmini butuh bertahun-tahun untuk memulihkan luka hatinya. Pada 1972, ia akhirnya menikah dengan seorang karyawan bank dan memiliki tiga anak serta lima cucu.
Rukmini meninggal dunia di usia 72 tahun pada 27 Juli 2019 di Klaten, Jawa Tengah. Kisah cinta Pierre dan Rukmini tetap dikenang sebagai salah satu kisah cinta yang paling menyentuh dan tragis dalam sejarah Indonesia.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Kisah Cinta Jenderal Kopassus Wismoyo Arismunandar, Melamar di Hadapan Presiden Soeharto
Pada akhirnya, kedua keluarga bertemu di Yogyakarta awal 1965 untuk membahas masa depan Pierre dan Rukmini. Meski orang tua Pierre meragukan kemampuannya menyesuaikan diri dengan kehidupan keluarga Rukmini yang sangat religius.
Pierre tetap teguh pada keputusannya. Pengalaman adiknya, Rooswidiati, yang menikah dengan seorang Muslim, Muhammad Jusuf Razak, memberi Pierre keyakinan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah halangan bagi cintanya.
Pierre bahkan sempat memberikan sumbangan besar untuk pernikahan adiknya sebagai tanda kasih sayangnya. Namun, kebahagiaan keluarga itu hanya sementara. Pierre ditugaskan kembali ke Medan bersama Jenderal Nasution pada 31 Juli 1965.
Namun hal itu menjadi pertemuan terakhirnya dengan Rukmini. Mereka sepakat untuk menikah pada Desember 1965. Namun, takdir berkata lain. Pada 1 Oktober 1965, Pierre diculik, disiksa, dan dibunuh oleh pasukan G30S/PKI.
Rencana pernikahan yang sudah diimpikan harus kandas. Rukmini butuh bertahun-tahun untuk memulihkan luka hatinya. Pada 1972, ia akhirnya menikah dengan seorang karyawan bank dan memiliki tiga anak serta lima cucu.
Rukmini meninggal dunia di usia 72 tahun pada 27 Juli 2019 di Klaten, Jawa Tengah. Kisah cinta Pierre dan Rukmini tetap dikenang sebagai salah satu kisah cinta yang paling menyentuh dan tragis dalam sejarah Indonesia.
(ams)
Lihat Juga :