Libatkan Ribuan Pekerja Lokal, BBPJN Sumsel Bangun 150 Km Drainase
Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Selain melakukan revitalisasi drainase, kata Syaiful, pihaknya juga membuka kesempatan kerja untuk warga dalam program pekerjaan penambalan lubang dengan CPHMA, pembelian karet dari petani karet sebagai bahan baku aspal karet dan rosin ester.
Sementara itu, PPK 3.5 BBPJN Sumsel, Maulana mengatakan, pihaknya menggandeng pihak kecamatan dan desa untuk menginformasikan peluang kerja di program padat karya tunai kepada warga sekitar.
"Seperti pada Desa Mulia Guna Kecamatan Teluk Gelam OKI terdapat warga yang terdampak pandemi. Mereka mayoritas pekerja informal dan terkena PHK dari perusahaannya sehingga program ini dapat memberikan penghasilan untuk warga," ujarnya. (Baca:Hubungkan Industri dan Wisata, Swasta dan Pemerintah Keroyokan Bangun Jalan)
Seorang warga Desa Mulia Guna, Sutejo mengatakan, jika dirinya mengikuti program padat karya tunai lantaran telah menganggur selama empat bulan terakhir. "Selama ini saya memang kerja bangunan, tapi karena COVID-19 tidak ada pekerjaan, banyak pembangunan yang terhenti makanya saat ada informasi dari RT ada pekerjaan bangun drainase saya langsung bergabung," ujarnya.
Sutejo juga mengatakan, selama menganggur, dirinya hanya mengandalkan uang kiriman dari anaknya yang bekerja di Batam. "Sekarang anak saya juga harus pulang lagi ke kampung karena kontrak kerjanya tidak diperpanjang," tutupnya.
Sementara itu, PPK 3.5 BBPJN Sumsel, Maulana mengatakan, pihaknya menggandeng pihak kecamatan dan desa untuk menginformasikan peluang kerja di program padat karya tunai kepada warga sekitar.
"Seperti pada Desa Mulia Guna Kecamatan Teluk Gelam OKI terdapat warga yang terdampak pandemi. Mereka mayoritas pekerja informal dan terkena PHK dari perusahaannya sehingga program ini dapat memberikan penghasilan untuk warga," ujarnya. (Baca:Hubungkan Industri dan Wisata, Swasta dan Pemerintah Keroyokan Bangun Jalan)
Seorang warga Desa Mulia Guna, Sutejo mengatakan, jika dirinya mengikuti program padat karya tunai lantaran telah menganggur selama empat bulan terakhir. "Selama ini saya memang kerja bangunan, tapi karena COVID-19 tidak ada pekerjaan, banyak pembangunan yang terhenti makanya saat ada informasi dari RT ada pekerjaan bangun drainase saya langsung bergabung," ujarnya.
Sutejo juga mengatakan, selama menganggur, dirinya hanya mengandalkan uang kiriman dari anaknya yang bekerja di Batam. "Sekarang anak saya juga harus pulang lagi ke kampung karena kontrak kerjanya tidak diperpanjang," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :