Kisah Letnan Achijat, Legenda Pertempuran Heroik Surabaya yang Menewaskan Jenderal Mallaby
Selasa, 13 Agustus 2024 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ditunjukkan buku catatan penting berukuran kecil dan bersampul dari kulit kambing berisikan agenda keseharian Letnan Achiyat, serta perilisan buku tentang Sejarah Letnan Achijat.
Baca juga: Momen Bung Tomo Bikin Terpojok Tentara Inggris usai Penyerbuan Penjara Kalisosok
Kisah yang disampaikan ini juga diperkuat oleh anak dari Letnan Achijat, yakni Nurmansyah Achiyat dan Ahmad Akbar Achiyat serta putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo.
Sejarah peristiwa terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby tertutup rapat karena ada sejumlah alasan yang tidak bisa diungkap pada saat itu.
Alki Kiraamim Bararah menuturkan bahwa kakeknya mengetahui bahwa terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby merupakan kejahatan perang.
"Saat itu ada genjatan senjata, sehingga lawan tidak boleh di serang. Itu merupakan hukum internasional yang mengatur peperangan. Sehingga oleh pejabat-pejabat pada saat itu sepakat menutup kasus ini,” ungkapnya dalam sebuah Storytelling berjudul Selayang Pandang, di TownHall Midtown Hotel Surabaya, dikutip dari iNews Surabaya.
Sedangkan penyebab kedua adalah rasa bersalah dari Letnan Achijat. Hal itu karena terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby merupakan pemicu utama perang 10 November 1945 dan menyebabkan ribuan korban berjatuhan.
Baca juga: Momen Bung Tomo Bikin Terpojok Tentara Inggris usai Penyerbuan Penjara Kalisosok
Kisah yang disampaikan ini juga diperkuat oleh anak dari Letnan Achijat, yakni Nurmansyah Achiyat dan Ahmad Akbar Achiyat serta putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo.
Sejarah peristiwa terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby tertutup rapat karena ada sejumlah alasan yang tidak bisa diungkap pada saat itu.
Alki Kiraamim Bararah menuturkan bahwa kakeknya mengetahui bahwa terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby merupakan kejahatan perang.
"Saat itu ada genjatan senjata, sehingga lawan tidak boleh di serang. Itu merupakan hukum internasional yang mengatur peperangan. Sehingga oleh pejabat-pejabat pada saat itu sepakat menutup kasus ini,” ungkapnya dalam sebuah Storytelling berjudul Selayang Pandang, di TownHall Midtown Hotel Surabaya, dikutip dari iNews Surabaya.
Sedangkan penyebab kedua adalah rasa bersalah dari Letnan Achijat. Hal itu karena terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby merupakan pemicu utama perang 10 November 1945 dan menyebabkan ribuan korban berjatuhan.
Lihat Juga :