Kisah Cinta Jenderal Wismoyo Arismunandar Diselamatkan Soeharto dari Rasa Malu saat Lamar Adik Ibu Tien
Selasa, 13 Agustus 2024 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Soeharto segera meredakan ketegangan dengan berkata, “Aku mbiyen yo ingah-ingih,” mengingat saat ia dulu melamar Ibu Tien. Kata-kata ini membuat suasana kembali santai, dan Wismoyo pun berhasil mengutarakan niatnya untuk melamar Datit Siti Hardjanti.
Lamaran itu diterima, dan Wismoyo serta Datit kemudian menikah dan membangun rumah tangga yang harmonis. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Wismoyo.
Baca Juga: Kebengisan Pasukan Khusus Marsose Belanda, Bunuh Pejuang Kemerdekaan dengan Senyap
Sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode 1993-1995, Wismoyo belajar dari Soeharto bahwa seorang pemimpin harus berani menyelamatkan bawahannya demi tujuan yang baik.
Selain itu, Wismoyo juga mengagumi keberanian Soeharto dalam mengambil keputusan cepat, seperti saat menangani pemberontakan Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Soeharto, saat menjawab pertanyaan Wismoyo tentang pemberontakan PKI, dengan tegas mengatakan:
“Saya ini tentara. Tentara itu pedoman hidupnya Saptamarga. Kami patriot Indonesia, pendukung dan pembela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tidak kenal menyerah. Melihat pemberontak yang komunis sedangkan ideologi negara adalah Pancasila, ya saya harus melawan. Kalau kalah saya akan memberontak.”
Lamaran itu diterima, dan Wismoyo serta Datit kemudian menikah dan membangun rumah tangga yang harmonis. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Wismoyo.
Baca Juga: Kebengisan Pasukan Khusus Marsose Belanda, Bunuh Pejuang Kemerdekaan dengan Senyap
Sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode 1993-1995, Wismoyo belajar dari Soeharto bahwa seorang pemimpin harus berani menyelamatkan bawahannya demi tujuan yang baik.
Selain itu, Wismoyo juga mengagumi keberanian Soeharto dalam mengambil keputusan cepat, seperti saat menangani pemberontakan Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Soeharto, saat menjawab pertanyaan Wismoyo tentang pemberontakan PKI, dengan tegas mengatakan:
“Saya ini tentara. Tentara itu pedoman hidupnya Saptamarga. Kami patriot Indonesia, pendukung dan pembela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tidak kenal menyerah. Melihat pemberontak yang komunis sedangkan ideologi negara adalah Pancasila, ya saya harus melawan. Kalau kalah saya akan memberontak.”
(ams)
Lihat Juga :