Kisah Cinta Jenderal Wismoyo Arismunandar Diselamatkan Soeharto dari Rasa Malu saat Lamar Adik Ibu Tien
Selasa, 13 Agustus 2024 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kisah Legenda Kopassus Nyaris Tembak Jenderal LB Moerdani Gegara Rencana Penculikan KSAD
Dari pertemuan tersebut, hubungan mereka semakin erat, terutama setelah Wismoyo jatuh hati pada Datit Siti Hardjanti, adik kandung Ibu Tien Soeharto. Namun, ada kisah menarik ketika Wismoyo melamar Datit.
Meski telah menjalani hubungan asmara, Wismoyo belum pernah bertemu langsung dengan calon mertuanya. Akhirnya, ia harus melamar langsung kepada Soeharto dan Ibu Tien. Wismoyo yang grogi berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Ia bahkan terus-menerus mengelap sepatunya hingga berkilau, menunjukkan betapa pentingnya momen itu baginya. Dengan tekad yang bulat, Wismoyo pergi sendirian ke kediaman Soeharto untuk melamar kekasihnya.
Setibanya di sana, Wismoyo bingung melihat banyak sandal dan sepatu di dekat tangga menuju ruang pertemuan. Ia ragu apakah harus melepas sepatunya atau tidak. Namun, ia memutuskan tetap mengenakannya dan memasuki ruangan di mana Soeharto dan Ibu Tien sudah menunggu.
Baca Juga: Asal Mula Boso Walikan Malang, Kode Rahasia Pejuang Pengecoh Spionase Belanda
Setelah masuk, Wismoyo sadar bahwa hanya dia yang mengenakan sepatu, membuatnya semakin gugup. Ibu Tien, yang memperhatikan penampilannya dari atas hingga bawah, membuat Wismoyo semakin salah tingkah.
“Wong lanang kok ingah-ingih (lelaki kok tersipu-sipu),” kata Ibu Tien, disambut dengan senyuman khas Soeharto. Merasa semakin terpojok, Wismoyo hanya bisa menunduk.
Dari pertemuan tersebut, hubungan mereka semakin erat, terutama setelah Wismoyo jatuh hati pada Datit Siti Hardjanti, adik kandung Ibu Tien Soeharto. Namun, ada kisah menarik ketika Wismoyo melamar Datit.
Meski telah menjalani hubungan asmara, Wismoyo belum pernah bertemu langsung dengan calon mertuanya. Akhirnya, ia harus melamar langsung kepada Soeharto dan Ibu Tien. Wismoyo yang grogi berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Ia bahkan terus-menerus mengelap sepatunya hingga berkilau, menunjukkan betapa pentingnya momen itu baginya. Dengan tekad yang bulat, Wismoyo pergi sendirian ke kediaman Soeharto untuk melamar kekasihnya.
Setibanya di sana, Wismoyo bingung melihat banyak sandal dan sepatu di dekat tangga menuju ruang pertemuan. Ia ragu apakah harus melepas sepatunya atau tidak. Namun, ia memutuskan tetap mengenakannya dan memasuki ruangan di mana Soeharto dan Ibu Tien sudah menunggu.
Baca Juga: Asal Mula Boso Walikan Malang, Kode Rahasia Pejuang Pengecoh Spionase Belanda
Setelah masuk, Wismoyo sadar bahwa hanya dia yang mengenakan sepatu, membuatnya semakin gugup. Ibu Tien, yang memperhatikan penampilannya dari atas hingga bawah, membuat Wismoyo semakin salah tingkah.
“Wong lanang kok ingah-ingih (lelaki kok tersipu-sipu),” kata Ibu Tien, disambut dengan senyuman khas Soeharto. Merasa semakin terpojok, Wismoyo hanya bisa menunduk.
Lihat Juga :