Prajurit TNI di Medan Luka Parah Dianiaya Geng Motor, Polisi Buru Pelaku
Senin, 05 Agustus 2024 - 22:16 WIB
loading...
Personel TNI Batalion Infantri 100/PS, Prada Defliadi Susanto, menjadi korban penyerangan geng motor di Jalan Guru Patimpus, Kota Medan, Minggu 4 Agustus 2024 dini hari. Foto/Wahyudi Aulia Siregar
A
A
A
MEDAN - Personel TNI Batalion Infantri 100/PS, Prada Defliadi Susanto, menjadi korban penyerangan geng motor di Jalan Guru Patimpus, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Minggu 4 Agustus 2024 dini hari.
Akibat serangan itu, Prada Defliadi Susanto mengalami luka bacok serius di bagian kepala, tangan, dan paha.
Informasi yang dihimpun, penyerangan itu terjadi saat Prada Defliadi dan delapan rekannya tengah makan di salah satu warung angkringan di Jalan Guru Patimpus sekitar pukul 3.00 WIB.
Baca juga; 2 Pemuda Medan Dicelurit, Aksi Geng Motor Teror dan Resahkan Warga
Tak lama setelah itu, puluhan anggota geng motor SL datang mengendarai 2 mobil dan 5 sepeda motor, kemudian terjadi keributan.
Meskipun korban dan rekannya sudah mengaku sebagai anggota TNI, para pelaku tetap menantang hingga akhirnya terjadi perkelahian. Di tengah perkelahian, puluhan anggota geng motor melarikan diri.
Tanpa sepengetahuan rekan-rekannya, korban merasa tak senang. Dia berusaha mengejar para pelaku seorang diri.
Akibat serangan itu, Prada Defliadi Susanto mengalami luka bacok serius di bagian kepala, tangan, dan paha.
Informasi yang dihimpun, penyerangan itu terjadi saat Prada Defliadi dan delapan rekannya tengah makan di salah satu warung angkringan di Jalan Guru Patimpus sekitar pukul 3.00 WIB.
Baca juga; 2 Pemuda Medan Dicelurit, Aksi Geng Motor Teror dan Resahkan Warga
Tak lama setelah itu, puluhan anggota geng motor SL datang mengendarai 2 mobil dan 5 sepeda motor, kemudian terjadi keributan.
Meskipun korban dan rekannya sudah mengaku sebagai anggota TNI, para pelaku tetap menantang hingga akhirnya terjadi perkelahian. Di tengah perkelahian, puluhan anggota geng motor melarikan diri.
Tanpa sepengetahuan rekan-rekannya, korban merasa tak senang. Dia berusaha mengejar para pelaku seorang diri.
Lihat Juga :