Cerita Letjen TNI (Purn) Soegito Gagal Raih Baret Merah Kopassus karena Tak Kuat Jalan Kaki dari Bandung-Cilacap

Sabtu, 03 Agustus 2024 - 06:29 WIB
loading...
Cerita Letjen TNI (Purn)...
Letjen TNI (Purn) Soegito. Foto/Istimewa
A A A
LETJEN TNI (Purn) Soegito merupakan sosok prajurit TNI yang dikenal memiliki jasa besar pada bangsa ini. Pentolan Kopassus ini merupakan orang yang memimpin pasukan tempur Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Satgas Nanggala V.

Saat itu dia terjun menyerbu untuk merebut Kota Dili pada Desember 1975 dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Jenderal TNI baret merah itu pernah dipercaya untuk memangku jabatan Panglima Kodam Jaya pada 1985 menggantikan Mayjen TNI Try Sutrisno.

Namun di balik aksi heroik dan kegarangannya, Letjen TNI (Purn) Soegito pernah gagal menyandang Brevet Komando lantaran tak kuat berjalan 500 kilometer (KM) dari Batujajar hingga Cilacap, Jawa Tengah.

Baca Juga: Kisah Heroik Halim Perdanakusuma, Pahlawan Penerbang Angkatan Udara dari Sampang Madura

Pendidikan komando merupakan tahap awal yang harus dilalui setiap prajurit yang ingin bergabung dengan satuan elite. Pendidikan komando bertujuan mendidik dan mengembangkan kemampuan prajurit dalam operasi komando secara individu maupun kelompok.

Pendidikan komando berakhir di Nusakambangan, Cilacap. Sebelum upacara pembaretan, selalu diadakan demo penutup siswa komando yang disaksikan para undangan dan keluarga siswa. Kopassus menyebut demo saat matahari terbit ini sebagai Seruko (Serangan Regu Komando).

Setelah menyelesaikan pendidikan komando dan para dasar serta berhak menyandang brevet komando dan baret merah, para prajurit disebar ke unit-unit operasional Kopassus. Di unit ini, mereka melaksanakan orientasi mendapatkan gambaran tugas, nilai-nilai, dan tradisi satuan.

Meski sudah mengetahui risikonya, Letjen (Purn) Soegito tetap ingin mengikuti pendidikan komando. Ia memiliki keinginan kuat untuk memiliki tulisan "Komando" di lengan kanannya. Apa pun yang terjadi selama pendidikan, ia siap menghadapinya tanpa gentar.

Baca Juga: Kisah Asmara Sutiyoso, Jenderal Kopassus yang Kepincut Gadis Bervespa Biru

Dikutip dari buku "Letjen (Purn) Soegito, Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen", pendidikan komando dimulai di Batujajar pada Februari 1965.

Soegito bertemu kembali dengan kelompok yuniornya dari AMN (Akademi Militer Nasional) 63 yang baru pulang dari Operasi Tumpas di Sulawesi Selatan. Sebanyak 15 orang perwira remaja alumni 63 mengikuti pendidikan komando.

Letjen (Pur) Sintong Panjaitan dalam bukunya "Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando" (2009) menyebutkan bahwa mereka adalah angkatan pertama alumni AMN yang mengikuti pendidikan dasar komando.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kelakar Prabowo: Nanti...
Kelakar Prabowo: Nanti Ada Pertandingan Jenderal-Jenderal, Saya Wasitnya
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Rekomendasi
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Berita Terkini
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Infografis
Jalan Kolaboratif Bebaskan...
Jalan Kolaboratif Bebaskan Jawa Timur dari Zona Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved