7 Keturunan Tionghoa dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia, Siapa Saja?

Selasa, 30 Juli 2024 - 10:38 WIB
loading...
7 Keturunan Tionghoa...
Soe Hok Gie adalah aktivis reformasi yang lahir di Jakarta pada 17 Desember 1942. Foto/Istimewa
A A A
Perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia melibatkan berbagai elemen masyarakat, tanpa memandang gender, usia, atau latar belakang etnis. Salah satu kelompok yang turut berperan penting adalah keturunan Tionghoa yang menetap di Nusantara.

Mereka berjuang tanpa pandang bulu, baik di medan tempur, ranah politik, maupun sebagai mata-mata dan tenaga medis. Berikut adalah tujuh pahlawan keturunan Tionghoa yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia:

1. Lie Eng Hok


Lahir di Balaraja, Tangerang pada 7 Februari 1893, Lie Eng Hok adalah salah satu tokoh Tionghoa yang terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Memulai karier sebagai jurnalis di surat kabar Tionghoa pada 1910-an, Lie Eng Hok terkenal setelah mempelopori gerakan pemberontakan di Banten pada 1926.

Dalam aksi ini, ia mengamati gerak-gerik pasukan Belanda dan menyampaikan informasi penting kepada para pejuang. Akibatnya, ia ditahan dan diasingkan ke Boven Digoel (Tanah Merah), Papua, selama lima tahun dari 1927 hingga 1932.

Meskipun ditawari kerjasama oleh Belanda, Lie Eng Hok memilih untuk tetap setia pada perjuangan dengan hidup sederhana sebagai tukang tambal sepatu.

Jasa-jasanya diakui pemerintah Indonesia, dan pada 1959, dua tahun sebelum wafat, ia dianugerahi gelar Perintis Kemerdekaan RI. Lie Eng Hok dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang.

2. John Lie


John Lie, atau yang dikenal dengan nama Daniel Dharma, adalah seorang pejuang keturunan Tionghoa yang lahir di Manado pada 9 Maret 1911. Sebagai perwira Angkatan Laut selama penjajahan Jepang.

John Lie terkenal karena berhasil menembus blokade Belanda di Sumatera dan menukar komoditas Indonesia dengan senjata.

Kapal yang dipimpinnya selalu berhasil lolos dari kejaran musuh. Pada 1950, John Lie juga berperan aktif dalam menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) dan pemberontakan PRRI. Atas jasa-jasanya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2009.

3. Sho Bun Seng


Sho Bun Seng adalah seorang penggiat seni yang aktif dalam kelompok sandiwara Dardanela di Aceh pada 1920-an. Pada 1926, ia pindah ke Padang dan bergabung dengan kelompok gerilya pimpinan Letnan Kolonel Ismail Lengah.

Bun Seng yang berbakat dalam seni sandiwara, diberi tugas untuk memata-matai Pao An Tui, kelompok Tionghoa yang pro-Belanda. Setelah kemerdekaan, ia bergabung dengan Batalyon Pagarruyung, terlibat dalam penumpasan pemberontakan DI/TII, dan berbagai aktivitas lainnya. Sho Bun Seng meninggal pada tahun 2000 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

4. Tjia Giok Thwam


Tjia Giok Thwam, yang dikenal juga sebagai Basuki Hidayat, lahir di Surabaya pada 1927. Ia mulai berjuang melawan Belanda pada usia 18 tahun dengan bergabung dalam Pasukan 19 Corps Mahasiswa Djawa Timur (CMDT).

Perjuangannya berlanjut hingga 1950, ketika ia mundur dari dunia militer melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Tjia Giok Thwam menerima sejumlah tanda kehormatan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati, Malang.

5. Ferry Sie King Lien


Lahir pada 1933, Ferry Sie King Lien berasal dari keluarga mapan di Surakarta, Jawa Tengah. Pada usia 16 tahun, ia bergabung dalam pertempuran di Solo pada 1949. Bersama empat rekannya, ia menjalankan misi untuk memobilisasi rakyat melawan Belanda.

Sayangnya, dalam salah satu pertempuran, ia gugur setelah terkena tembakan tentara Belanda. Sie King Lien dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jurug, Solo.

6. Ong Tjong Bing


Ong Tjong Bing, atau Daya Sabdo Kasworo, adalah seorang dokter yang merawat korban pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Setelah menjadi dokter gigi pada 1953, ia bergabung dengan militer sebagai pegawai sipil dan mendapatkan gelar kapten dua tahun kemudian. Ia aktif dalam operasi-operasi militer penting dan mendirikan rumah sakit militer di Jayapura.

Ong Tjong Bing pensiun pada 1976 dengan menyandang gelar kolonel.

7. Soe Hok Gie


Soe Hok Gie adalah aktivis reformasi yang lahir di Jakarta pada 17 Desember 1942. Meskipun tidak terlibat langsung dalam pertempuran kemerdekaan, Gie dikenal sebagai salah satu pelopor gerakan mahasiswa yang kritis terhadap pemerintah.

Ia gencar menyuarakan pemikirannya melalui tulisan-tulisan yang dipublikasikan di berbagai koran. Soe Hok Gie meninggal pada 1969 saat mendaki Gunung Semeru, tetapi catatan hariannya tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Selain yang disebutkan di atas, masih banyak pejuang keturunan Tionghoa lainnya yang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kegigihan mereka patut dikenang dan dijadikan teladan.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Museum Peranakan...
Bangun Museum Peranakan Tionghoa di Glodok, Pramono: Bakal Terintegrasi dengan MRT
Video Mapping Budaya...
Video Mapping Budaya Tionghoa Sambut Perayaan Imlek di Kota Tua Jakarta
Sosok Mayor Madmuin...
Sosok Mayor Madmuin Hasibuan, Pimpin TKR Laoet Bertempur Melawan Tentara Sekutu
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kisah Pertempuran Pasukan...
Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Ajoeba Wartabone, Pejuang...
Ajoeba Wartabone, Pejuang Indonesia Timur yang Gelorakan Persatuan di Awal Republik
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Rekomendasi
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved