Inilah Wanita Cantik di Balik Suara Renyah dari Speaker Lampu Merah Malang
Selasa, 30 Juli 2024 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ribuan Angkot di Malang Terancam Mati, Sopir Ketar-ketir
Menariknya di akhir - akhir teguran disematkan sejumlah pantun untuk menghibur di antaranya 'Beli bajigur di pak camat, biar malu ditegur asal selamat'. Dari enam pengendara motor, dua pengendara motor kabur lantaran tak mengenakan helm.
Satu pengendara di Simpang Ciliwung memilih menerobos lampu merah, sedangkan satu pengendara di Jalan Simpang Kelud, berputar balik.Petugas ATCS juga mengingatkan pengendara sepeda motor yang membonceng anak di bawah umur, tapi tidak mengenakan helm.
Sontak saja teguran humanis dan menghibur ini membuat pengendara motor terhibur. Tak sedikit pengendara itu mau menuruti permintaan untuk mengacungkan jempol ke kamera CCTV, usai diingatkan secara persuasif.
Salah seorang petugas ATCS Dishub Kota Malang Ajeng Ratnasari mengungkapkan, sebenarnya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dirinya memastikan agar lalu lintas di Malang lancar. Petugas bisa menarik kendaraan untuk mengurai kemacetan bila macetnya terlalu panjang.
”Cuma karena karena di sini kita ada perangkat yang namanya voice announcer, sehingga kita bisa memberikan himbauan kepada pelanggar-pelanggar yang di jalan. Karena Dishub itu tidak ada wewenang untuk penindakan,” ucap Ajeng Ratnasari, ditemui ketika bertugas.
Teguran yang disampaikan pun disebut Ajeng dipilih melalui cara-cara humanis, persuasif, dan menarik, salah satunya dengan memberi pantun. Setidaknya 2 - 3 pantun biasanya ia siapkan setiap kali bertugas memantau lalu lintas.
”Kalau sekarang ini kan masyarakat di kita kalau ditegurnya dengan keras banyak yang nggak menerimanya kurang baik. Dia mengimbau pun dengan secara humanis, dan dengan cara yang menyenangkan, tak bisa lebih diterima masyarakat, salah satunya dengan pantun,” jelasnya.
Menariknya di akhir - akhir teguran disematkan sejumlah pantun untuk menghibur di antaranya 'Beli bajigur di pak camat, biar malu ditegur asal selamat'. Dari enam pengendara motor, dua pengendara motor kabur lantaran tak mengenakan helm.
Satu pengendara di Simpang Ciliwung memilih menerobos lampu merah, sedangkan satu pengendara di Jalan Simpang Kelud, berputar balik.Petugas ATCS juga mengingatkan pengendara sepeda motor yang membonceng anak di bawah umur, tapi tidak mengenakan helm.
Sontak saja teguran humanis dan menghibur ini membuat pengendara motor terhibur. Tak sedikit pengendara itu mau menuruti permintaan untuk mengacungkan jempol ke kamera CCTV, usai diingatkan secara persuasif.
Salah seorang petugas ATCS Dishub Kota Malang Ajeng Ratnasari mengungkapkan, sebenarnya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dirinya memastikan agar lalu lintas di Malang lancar. Petugas bisa menarik kendaraan untuk mengurai kemacetan bila macetnya terlalu panjang.
”Cuma karena karena di sini kita ada perangkat yang namanya voice announcer, sehingga kita bisa memberikan himbauan kepada pelanggar-pelanggar yang di jalan. Karena Dishub itu tidak ada wewenang untuk penindakan,” ucap Ajeng Ratnasari, ditemui ketika bertugas.
Teguran yang disampaikan pun disebut Ajeng dipilih melalui cara-cara humanis, persuasif, dan menarik, salah satunya dengan memberi pantun. Setidaknya 2 - 3 pantun biasanya ia siapkan setiap kali bertugas memantau lalu lintas.
”Kalau sekarang ini kan masyarakat di kita kalau ditegurnya dengan keras banyak yang nggak menerimanya kurang baik. Dia mengimbau pun dengan secara humanis, dan dengan cara yang menyenangkan, tak bisa lebih diterima masyarakat, salah satunya dengan pantun,” jelasnya.
Lihat Juga :