14 Tahun BNPT Jadi Momentum Gelorakan Anti Kekerasan

Sabtu, 20 Juli 2024 - 22:20 WIB
loading...
14 Tahun BNPT Jadi Momentum...
Tenaga Ahli Utama KSP Ridlwan Habib yang menyatakan bahwa keberadaan BNPT membawa pencapaian signifikan dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia. Foto/Ist
A A A
BOGOR - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selama 14 tahun telah mencatatkan pencapaian signifikan dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia.

Salah satu pencapaian yang paling menonjol adalah penurunan indeks terorisme serta minimnya aksi teror dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Museum Penanggulangan Terorisme Diresmikan Bertepatan HUT ke-14 BNPT

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ridlwan Habib yang menyatakan bahwa keberadaan BNPT membawa pencapaian signifikan dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia.

“Kantor staf presiden secara khusus melakukan monitoring terhadap perkembangan dan dinamika harian dari prestasi BNPT. Presiden sangat mengapresiasi pencapaian BNPT, terutama dalam dua tahun terakhir,” ujar Ridlwan di Bogor, Jawa Barat, dikutip Sabtu (17/7/2024).

Dia menjelaskan, indeks penanganan terorisme Indonesia semakin baik, yang dibuktikan oleh penahanan maupun penangkapan terorisme yang berhasil. Masyarakat patut bersyukur bahwa relatif tidak ada aksi teror besar yang terjadi di Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, Ridlwan menilai BNPT punya peran strategis untuk memastikan tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Stabilitas Indonesia dalam menyambut tujuan ideal tersebut perlu didukung oleh penanggulangan radikalisme dan terorisme yang komprehensif, dan hal ini menjadi tugas dari BNPT.

Baca juga: Wapres: MUI Partner Pemerintah dalam Penanggulangan Terorisme

“Peranan BNPT sangat penting dan strategis terutama menghadapi Indonesia Emas 2045. Kita harus memastikan generasi kita moderat dalam beragama, Pancasilais, dan anti terhadap ideologi transnasional,” imbuhnya.

Ridlwan juga mengungkapkan perlunya pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk menyebarkan pesan toleransi dan moderasi beragama. Hal ini berguna untuk pembuatan dan penyebaran konten kontranarasi dengan lebih cepat dan sesuai kondisi terkini.

Akademisi dari Universitas Indonesia (UI) ini beranggapan bahwa Generasi Z dan Alpha tidak bisa didekati dengan pendekatan konvensional seperti seminar dan ceramah.

“Kita harus mengubah cara mengedukasi generasi muda dengan menggunakan artificial intelligence, software terbaru, dan media sosial sehingga mereka aktif, kreatif, dan senang berpartisipasi,” ujarnya.

Pengamat terorisme itu mengungkapkan, urgensi penanggulangan terorisme yang komprehensif memang nyata, dan ini semua harus dimulai dari aspek pendidikan anak-anak Indonesia. Maka dari itu, pendidikan menjadi kunci untuk membentuk karakter generasi muda yang anti kekerasan.

Ridlwan menyadari bahwa peran pendidikan dan teknologi sangat penting, terutama dalam menjaga norma-norma Indonesia dan kebangsaan yang baik. Penerapan hal ini membutuhkan peran BNPT untuk memastikan nilai-nilai tersebut tetap terjaga di media sosial.

Ia menilai, visi Indonesia Emas 2045 adalah tujuan yang besar, baik secara substansi maupun usaha yang dibutuhkan untuk mencapainya.

Moderasi beragama adalah salah satu cara yang digagas agar Indonesia yang memiliki beragam agama dan kepercayaan tidak runtuh karena gesekan horizontal akibat ideologi transnasional.

Wawasan kebangsaan yang kurang dapat menyebabkan mudahnya termakan isu dan akan bermuara pada destabilisasi nasional.

“Menyambut Indonesia Emas 2045, BNPT perlu memelihara narasi bahwa Indonesia itu terdiri dari banyak suku bangsa dan menganut Bhinneka Tunggal Ika. Narasi seperti Ini harus terus-menerus digaungkan, sehingga publik semakin terbiasa mencari persamaan walau dalam banyak perbedaan,” tegas Ridlwan.

Dia menambahkan, persepsi publik terhadap BNPT hari ini jauh lebih membaik. Penggunaan teknologi informasi dan artificial intelligence harus terus ditingkatkan.

Selain itu, strategi penanggulangan terorisme harus dirancang mulai dari metodologi kontranarasi, hingga bagaimana menyadarkan seseorang agar kembali ke NKRI melalui program deradikalisasi.

“Walaupun kinerja yang diberikan BNPT semakin baik, terdapat tantangan selanjutnya yaitu peningkatan kualitas SDM di dalamnya. Kita menghadapi dinamika kontraterorisme yang terus berubah, termasuk dinamika global seperti konflik Israel-Palestina. Ini membutuhkan SDM yang kuat, cerdas, dan berdaya tahan tinggi. Ini tantangan besar bagi BNPT ke depan,” tambah Ridlwan.

Dirinya pun berharap agar BNPT mampu mempertahankan prestasi dalam mencegah aksi teror, terutama menjelang pelantikan presiden baru pada Oktober 2024. BNPT juga perlu mempertahankan prestasi dalam memberikan edukasi pada masyarakat, khususnya generasi muda tentang moderasi beragama dan wawasan kebangsaan.

Dia menyebyt usia ke-14, BNPT telah menunjukkan berbagai pencapaian signifikan dalam upaya penanggulangan terorisme. Namun, tantangan masih banyak dihadapi, terutama dalam menghadapi dinamika global dan memastikan keberlanjutan deradikalisasi.

"Dengan strategi yang tepat, penggunaan teknologi mutakhir, dan pendidikan yang baik, BNPT berkomitmen untuk terus menciptakan Indonesia yang damai dan bebas dari kekerasan, menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ridlwan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPIP Apresiasi Pemkab...
BPIP Apresiasi Pemkab Banyumas Buat Perda Pendidikan Pancasila
Aliansi Yayasan MBG...
Aliansi Yayasan MBG Nusantara Komitmen Dukung Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045
Orasi Guru Besar UMJ...
Orasi Guru Besar UMJ Prof Sri Yunanto: Tegaskan Soft Power Fondasi Indonesia Emas 2045
Pendiri INDEF: Program...
Pendiri INDEF: Program MBG Berikan Dampak Positif bagi Siswa dan Ekonomi Nasional
BNPT dan FKPT Jabar...
BNPT dan FKPT Jabar Tanam Toleransi lewat Aksi Sosial di Subang
Maju Jadi Calon Ketua...
Maju Jadi Calon Ketua Kadin Jakut, Radian Azhar Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Rekomendasi
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved