Pemuda Kampung Sulap Ban Bekas Jadi Wastafel Cantik
Senin, 24 Agustus 2020 - 08:01 WIB
loading...
Wastafel cantik yang terbuat dari bahan ban bekas hasil karya pemuda. Foto/iNewsTV/Bambang Irawan
A
A
A
PALEMBANG - Mencuci tangan kini menjadi adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19 yang kini belum usai.
Kota Palembang yang masih berstatus zona merah memaksa warganya untuk menerapkan protokol kesehatan ini sepanjang waktu. Peluang ini dimanfaatkan sejumlah pemuda kampung di Palembang untuk menciptakan wastafel warna-warni yang cantik berbahan ban bekas. (Baca juga: Berawal dari Hobi, Nasogi Jalankan Bisnis Ikan Cupang di Tengah Pandemi )
Penegakan disiplin protokol kesehatan begitu terasa di Kampung Tangkal COVID-19 di Kelurahan Talak Bubuk, Kecamatan Plaju Kota Palembang, Sumatera Selatan. (Baca juga: Ingatkan Kepala Daerah, Yurianto: AKB Kalau Masyarakat Sudah Disiplin )
Salah satunya mencuci tangan hingga bersih. Sejumlah pemuda kampung yang dikomandoi Khairul Bahri menjadikan peluang ini untuk menciptakan wastafel cantik berbahan ban bekas.
Hal ini dilakukan demi bertahan hidup di tengah pandemik COVID-19 yang terjadi berbulan-bulan ini.
Khairul Bahri menjelaskan, wastafel yang dia produksi berasal dari bahan bekas. Seperti ban bekas yang sudah tidak terpakai ini menjadi bahan utama wastafel.
Proses pengerjaan untuk satu wastafel dilakukan selama satu hari. Waktu yang lama tersebut digunakan mulai pembuatan pola, pembentukan dan pengecetan.
Kota Palembang yang masih berstatus zona merah memaksa warganya untuk menerapkan protokol kesehatan ini sepanjang waktu. Peluang ini dimanfaatkan sejumlah pemuda kampung di Palembang untuk menciptakan wastafel warna-warni yang cantik berbahan ban bekas. (Baca juga: Berawal dari Hobi, Nasogi Jalankan Bisnis Ikan Cupang di Tengah Pandemi )
Penegakan disiplin protokol kesehatan begitu terasa di Kampung Tangkal COVID-19 di Kelurahan Talak Bubuk, Kecamatan Plaju Kota Palembang, Sumatera Selatan. (Baca juga: Ingatkan Kepala Daerah, Yurianto: AKB Kalau Masyarakat Sudah Disiplin )
Salah satunya mencuci tangan hingga bersih. Sejumlah pemuda kampung yang dikomandoi Khairul Bahri menjadikan peluang ini untuk menciptakan wastafel cantik berbahan ban bekas.
Hal ini dilakukan demi bertahan hidup di tengah pandemik COVID-19 yang terjadi berbulan-bulan ini.
Khairul Bahri menjelaskan, wastafel yang dia produksi berasal dari bahan bekas. Seperti ban bekas yang sudah tidak terpakai ini menjadi bahan utama wastafel.
Proses pengerjaan untuk satu wastafel dilakukan selama satu hari. Waktu yang lama tersebut digunakan mulai pembuatan pola, pembentukan dan pengecetan.
Lihat Juga :