Mendebarkan! 2 F16 TNI AU Paksa Daratkan Pesawat Teroris di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru
Kamis, 18 Juli 2024 - 12:37 WIB
loading...
Penerbang TNI AU saat mempersiapkan pesawat tempur F-16. Foto: SINDOnews/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
PEKANBARU - TNI Angkatan Udara memaksa sebuah pesawat asing mendarat di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, setelah pesawat sipil tersebut terdeteksi oleh radar memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin.
TNI AU mengerahkan dua pesawat tempur F-16 untuk memaksa pesawat asing mendarat di landasan udara Roesmin Nurjadin. Pesawat komersil milik asing tersebut terdeteksi radar memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin.
Setelah mendarat paksa, pesawat tersebut kemudian dikawal oleh personel TNI bersenjata lengkap hingga ke area steril di apron Lanud Roesmin Nurjadin.
Pesawat tersebut ditumpangi sepuluh orang termasuk dua pilot yang kemudian diturunkan dengan penjagaan ketat.
Baca Juga: Cerita KSAL Jajal Jet Tempur F16: Saya Biasa di Laut, di Udara Ternyata Sulit
Seluruh penumpang pesawat dan dua orang pilot pesawat diperiksa oleh tim gabungan dari Polisi Militer TNI AU, Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina Hewan dan Tanaman. Hasil pemeriksaan mengindikasikan penumpang pesawat tersebut adalah kelompok teroris.
Saat dilakukan pemeriksaan, salah seorang penumpang pesawat tersebut mencoba melarikan diri, namun upaya tersebut dapat digagalkan oleh unit tim K-9, anjing pelacak.
TNI AU mengerahkan dua pesawat tempur F-16 untuk memaksa pesawat asing mendarat di landasan udara Roesmin Nurjadin. Pesawat komersil milik asing tersebut terdeteksi radar memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin.
Setelah mendarat paksa, pesawat tersebut kemudian dikawal oleh personel TNI bersenjata lengkap hingga ke area steril di apron Lanud Roesmin Nurjadin.
Pesawat tersebut ditumpangi sepuluh orang termasuk dua pilot yang kemudian diturunkan dengan penjagaan ketat.
Baca Juga: Cerita KSAL Jajal Jet Tempur F16: Saya Biasa di Laut, di Udara Ternyata Sulit
Seluruh penumpang pesawat dan dua orang pilot pesawat diperiksa oleh tim gabungan dari Polisi Militer TNI AU, Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina Hewan dan Tanaman. Hasil pemeriksaan mengindikasikan penumpang pesawat tersebut adalah kelompok teroris.
Saat dilakukan pemeriksaan, salah seorang penumpang pesawat tersebut mencoba melarikan diri, namun upaya tersebut dapat digagalkan oleh unit tim K-9, anjing pelacak.
Lihat Juga :