alexametrics

Meski Gagal Kontrak 2 Kali, Jalintim Sumatera Tetap Aman saat Mudik

loading...
Meski Gagal Kontrak 2 Kali, Jalintim Sumatera Tetap Aman saat Mudik
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V Sumatera, Kiagus Saiful Anwar Foto SINDOnews/Dede F
A+ A-
PALEMBANG - Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V Sumatera, Kiagus Saiful Anwar menargetkan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera bisa digunakan untuk mudik lebaran 2019 meskipun telah gagal dua kali kontrak. Saiful juga mengungkapkan, agar bisa dilalui dengan aman pihaknya sudah melakukan penambalan lobang sebanyak 1.900 dari total 2.500 lubang.

"Dari total 410,7 kilometer di lintas timur masih tersisa 600 lubang lagi. Namun tetap optimis akan selesai sebelum H-10 lebaran, mengingat Jalintim merupakan urat nadi jalur mudik Sumatera," kata Syaiful saat saat diwawancarai SINDOnews diruang kerjanya, Senin (20/05/2019).

Syaiful mengatakan, pengerjaan Jalintim yang menghubungkan dari batas Jambi hingga perbatasan Lampung itu masih sebatas menutup lubang serta merawat saluran air, mengingat kontrak perbaikan jalan di Lintas Timur Sumatera sudah dua kali batal.



"Saya jelaskan mengapa jalan lintas kita masih rusak, itu karena sudah 2 kali kita batal kontrak. Saya juga iri melihat jalan lintas Lampung, Jambi, Riau sampai ke Sumbar itu bagus. Tetapi perlu diketahui bahwa mereka sudah kontrak sejak dari 2018 lalu," kata Syaiful.

Terkait kerusakan jalan lintas di Sungai Lilin yang menyebabkan banyak mobil terbalik, Syaiful menyebut sudah mulai diperbaiki. Bahkan, jalan tersebut saat ini tidak lagi berlubang dan telah siap dilalui pemudik.

"Untuk jalan yang ramai kemarin rusak, lubang besar-besar sudah diperbaiki. Perbaikan masih secara struktural dulu sebelum kontrak, jadi untuk Jalintim sepanjang 410,7 kilometer kita perbaiki pakai dana APBN Rp9,5 miliar," terangnya.

Selain melakukan perbaikan di sejumlah titik mulai dari Lampung sampai Jambi, Syaiful turut membeberkan alasan jalan rusak parah. Menurutnya semua karena faktor beban kendaraan yang melintas hingga drainase yang buruk.

"Kerusakan jalan perbatasan Jambi itu karena drainase yang tidak baik. Tetapi yang lebih penting adalah faktor beban kendaraan melebihi tonase, bayangkan kendaraan yang melintas itu di atas 30 ton, ini faktor utama," kata Syaiful.

Untuk perbaikan secara permanen dan total, Syaiful mengaku baru akan dapat dikerjakan setelah selesai kontrak Juni mendatang. Di mana penawaran baru dilakukan pada 28 Mei.

"Mudah-mudahan tidak batal lagi untuk kontrak ketiga ini. Rencana tanggal 28 akan ada kontrak, kenapa kemarin bisa sampai 2 kali batal? Itu karena kontrak di atas Rp100 miliar harus persetujuan Menteri PUPR," katanya.

Dengan begitu, perbaikan sudah pasti tidak akan dapat dilakukan sebelum mudik lebaran. Melainkan baru dapat dilakukan setelah kontrak selesai.

"Walau tidak diperbaiki total, tapi semua lubang saya pastikan tidak ada. Lubang kita tutup sementara dan kami bersiaga 24 jam selama arus mudik lebaran tahun ini. Untuk mudik nanti sudah aman, tapi memang kurang nyaman karena hanya ditambal saja," tandasnya.
(sms)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak