alexametrics

Datangi Rutan Siak, Menteri Yasonna Sebut Perlu Banyak Pembenahan

loading...
Datangi Rutan Siak, Menteri Yasonna Sebut Perlu Banyak Pembenahan
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat meninjau Rutan Kelas 2 B Siak di Siak Indrapura, Kabupaten Siak, Senin (13/5/2019). Okezone/Banda Haruddin Tanjung
A+ A-
SIAK - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sangat menyayangkan kerusuhan yang terjadi di Rutan Siak, Provinsi Riau. Dia menyatakan, banyak yang dievaluasi setelah kejadian pada 11 Mei 2019 itu.

"Memang hal fundamental dalam hal ini adalah over kapasitas. Rata rata Rutan dan Lapas di Indonesia over kapasitas 500 persen, banyak hal yang kita evaluasi," kata Yasonna saat meninjau Rutan Kelas 2 B Siak di Siak Indrapura, Kabupaten Siak, Senin (13/5/2019). Dalam kunjungan ke rutan, Yasonna didampingi Gubernur Riau, Syamsuar dan Bupati Siak Alfedri.

Yasonna mengatakan, upaya pembenahan terus dilakukan Kementerian Hukum dan HAM dengan membuat rutan dan lapas baru serta menambahkan ruang tahanan. Hal lain yang perlu dievaluasi adalah masalah tahanan narkoba, sebab pemicu kerusuhan adalah terkait narkoba.



Di Riau kata Yasonna saat ini ada 12.000 narapidana yang sebagian besar adalah terkait kasus narkoba. "Dari 12.000 napi di Riau, 7.000 terkait kasus narkoba. Jadi rencana kita pemakai narkoba direhabilitasi. Namun untuk pengedar dan bandar harus ditindak tegas. Selain hukuman menjaga dari dimiskinkan dengan undang undang TPPU (tindak pidana pencucian uang), imbuhnya.

Saat ini di Indonesia ada 5 juta warga terkena narkoba. Jika tidak ditangani akan sangat membahayakan generasi yang akan datang. Selain itu peredaran narkoba dalam lapas dan rutan masih terus terjadi. "Saya akan terus melakukan kordinasi dengan BNN dan pihak kepolisian untuk mengatasi narkoba. Peredaran narkoba," tukasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak