alexametrics

Simpatisan Berbuat Onar, PDIP DIY Serahkan Persoalan ke Polisi

loading...
Simpatisan Berbuat Onar, PDIP DIY Serahkan Persoalan ke Polisi
Selain aksi keributan di depan markas FPI, aksi kekerasan massa yang diduga dilakukan simpatisan PDIP juga terjadi di Kulonprogo yang menyebabkan seorang intel Korem 072/Pamungkas terluka. Ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto. Foto SINDOnews/Suharjono
A+ A-
YOGYAKARTA - Selain aksi keributan di depan markas FPI, aksi kekerasan massa yang diduga dilakukan simpatisan PDIP juga terjadi di Sentolo, Kulonprogo yang menyebabkan seorang intel Korem 072/Pamungkas terluka. Atas kasus tersebut DPD PDIP menyerahkan kasus tersebut kepada kepolisian. (Baca: Pasukan Brimob dan TNI Pukul Mundur Massa Simpatisan di Depan Markas FPI)

Ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto mengatakan, pihaknya sudah berusaha keras meminimalkan pelanggaran. Namun demikian, apabila masih terjadi kasus termasuk kekerasan yang dilakukan simpatisan pendukung PDIP dan juga pasangan capres nomor 01 pihaknya berharap bisa dicermati secara adil.

"Kita tidak akan intervensi kepolisian dan siap dengan hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian," ungkapnya kepada SINDOnews, Senin (8/4/2019). (Baca juga: Anggota Intel Korem Luka Parah Dianiaya Simpatisan Partai di Yogyakarta)



Saat ini pihaknya masih konsentrasi untuk pemenangan pasangan capres Jokowi - Ma'ruf. Untuk itu pihaknya belum menyiapkan langkah - langkah hukum terkait kasus tersebut.

Perlu diketahui usai mengikuti kampanye terbuka, massa dengan atribut PDIP melakukan aksi pengeroyokan terhadap warga di Dusun Malangan, Sentolo, Kulonprogo. Dua orang terkena sasaran amuk massa. Masing-masing Serka Setyo Budi Haryanto, anggota Intel Korem 072/Pamungkas serta anggota Panwascam Sentolo Janarta. Keduanya harus mendapatkan jahitan di kepala akibat aksi brutal tersebut.

Tidak hanya itu massa juga merusak beberapa rumah warga serta kendaraam baik roda dua dan roda empat.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak