Prasasti Talan, Peninggalan Raja Kediri Tentang Pembebasan Pajak Dua Desa
Sabtu, 08 Juni 2024 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Raja berikut Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Sarwweswara Janarddhanawatara Wijayagrajasama Singhanadaniwäryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewanama. Dua prasastinya yaitu prasasti Padlegan II tahun 1081 Saka, atau 23 September 1159 M.
Baca Juga: 8 Peninggalan Kerajaan Kutai, dari Prasasti hingga Singgasana Sultan
Kemudian prasasti Kahyunan tahun 1082 Saka (23 Februari 1161 M), hingga kini belum diterbitkan.Berbeda dengan Jayabaya yang mungkin memerintah sampai lebih dari 20 tahun, Sarwweswara rupa-rupanya hanya memerintah sekitar 10 tahun.
Karena pada tahun 1169 M telah muncul nama raja yang lain, yaitu Sri Maharaja Rakai Hino Sri Aryyeswara Madhusudanawatararijaya Mukha niwaryya Parakramotunggadewanama.
Konon ada dua prasasti yang dikenal Sakalabhuwana [tuşțikaraṇa] dari raja ini, yaitu prasasti dari Desa Měleri, Kabupaten Blitar, tahun 1091 Saka 3 September 1169 M, dan prasasti Angin tahun 1093 Saka atau 13 Maret 1171 M.
Tetapi sayang keduanya belum diterbitkan. Cap kerajaannya berupa lukisan Ganesa. Raja kemudian muncul dalam prasasti ialah Sri Maharaja Sri Kroncaryyadipa Handabhuwanamalaka Parakramanindita Digjayotungga, tahun 1103 Saka (19 November 1181 M).
Baca Juga: 8 Peninggalan Kerajaan Kutai, dari Prasasti hingga Singgasana Sultan
Kemudian prasasti Kahyunan tahun 1082 Saka (23 Februari 1161 M), hingga kini belum diterbitkan.Berbeda dengan Jayabaya yang mungkin memerintah sampai lebih dari 20 tahun, Sarwweswara rupa-rupanya hanya memerintah sekitar 10 tahun.
Karena pada tahun 1169 M telah muncul nama raja yang lain, yaitu Sri Maharaja Rakai Hino Sri Aryyeswara Madhusudanawatararijaya Mukha niwaryya Parakramotunggadewanama.
Konon ada dua prasasti yang dikenal Sakalabhuwana [tuşțikaraṇa] dari raja ini, yaitu prasasti dari Desa Měleri, Kabupaten Blitar, tahun 1091 Saka 3 September 1169 M, dan prasasti Angin tahun 1093 Saka atau 13 Maret 1171 M.
Tetapi sayang keduanya belum diterbitkan. Cap kerajaannya berupa lukisan Ganesa. Raja kemudian muncul dalam prasasti ialah Sri Maharaja Sri Kroncaryyadipa Handabhuwanamalaka Parakramanindita Digjayotungga, tahun 1103 Saka (19 November 1181 M).
Lihat Juga :