Gara-gara Knalpot Brong, Pelajar SMP Tewas Dianiaya Warga
Jum'at, 07 Juni 2024 - 15:00 WIB
loading...
Satreskrim Polres Subang menangkap 5 pelaku penganiayaan seorang pelajar SMP di Subang, Jawa Barat. Foto/Yudy Heryawan Juanda
A
A
A
SUBANG - Seorang pelajar SMP di Subang, Jawa Barat, tewas dianiaya warga karena menggunakan knalpot brong . Korban tewas setelah sempat koma selama sepuluh hari di rumah sakit.
Satreskrim Polres Subang menangkap 5 pelaku penganiayaan akibat kejadian tersebut. Ironisnya dari 5 pelaku yang ditangkap, satu di antaranya masih anak di bawah umur.
Korban Muhammad Idham (15) pelajar SMP Negeri 6 Subang dikeroyok sejumlah pemuda di depan SD Negeri Sukamaju, Kelurahan Cigadung, Subang. Korban mengalami luka serius tergeletak tak berdaya di tengah jalan.
Baca juga; 25 Pengendara Motor Knalpot Brong Ditangkap Polres Jepara
Korban Muhammad Idham yang kritis kemudian dibawa ke rumah sakit. Korban meninggal dunia setelah 10 hari koma di rumah sakit.
Dari penyelidikan Unit Jatanras Polres Subang, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.
Menurut Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu, penganiayaan bermula ketika korban bersama temannya menggelar acara makan bersama. Setelah ditelepon ibunya, korban langsung pulang.
Satreskrim Polres Subang menangkap 5 pelaku penganiayaan akibat kejadian tersebut. Ironisnya dari 5 pelaku yang ditangkap, satu di antaranya masih anak di bawah umur.
Korban Muhammad Idham (15) pelajar SMP Negeri 6 Subang dikeroyok sejumlah pemuda di depan SD Negeri Sukamaju, Kelurahan Cigadung, Subang. Korban mengalami luka serius tergeletak tak berdaya di tengah jalan.
Baca juga; 25 Pengendara Motor Knalpot Brong Ditangkap Polres Jepara
Korban Muhammad Idham yang kritis kemudian dibawa ke rumah sakit. Korban meninggal dunia setelah 10 hari koma di rumah sakit.
Dari penyelidikan Unit Jatanras Polres Subang, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.
Menurut Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu, penganiayaan bermula ketika korban bersama temannya menggelar acara makan bersama. Setelah ditelepon ibunya, korban langsung pulang.
Lihat Juga :