Komunitas GSM Gelar Ngkaji Pendidikan di Surabaya
Senin, 27 Mei 2024 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Orde Lama yang pusat pengajarannya ada pada karakter, moral, dan nilai-nilai. Orde Baru yang pekat akan unsur feodalisme. Sedangkan Zaman Reformasi yang menuai anggapan bahwa insentif bagi guru tidak sejalan dengan kualitas yang ditunjukkan. ”Hingga masa yang sedang kita alami, yaitu era teknologi dan internet yang justeru semakin menjauhkan guru dari marwahnya, guru seolah hanya sekadar menjadi budak teknologi,” tuturnya.
Rizal juga menekankan bahwa masalah terbesar bagi guru saat ini adalah kesulitan untuk lepas dari tirani pikiran lama. Para pendidik sulit untuk menjadi diri sendiri dan menemukan versi terbaik dari dirinya yang secara tidak sadar menjadikan mereka robot-robot manusia kerumunan. Baca juga: Dinilai Berbahaya, Google Hapus Jawaban AI yang Tak Masuk Akal
“Pesan saya, jangan jadi manusia kerumunan. Jadilah manusia yang memiliki nilai hidup sendiri yang dipandu oleh moralitas alamiah, agar kita bisa mencatatkan sejarah dalam lembar kehidupan kita," tandasnya.
Kepala Sekolah SD Negeri 2 Api-api dan pegiat GSM dari Pekalongan C Nuredi berterima kasih atas gelaran Ngkaji Pendidikan di Surabaya itu. ”Ini adalah sebuah revolusi yang berakar dari hati dan jiwa para pendidik: sebuah Revolusi Guru Indonesia yang dipelopori Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM),” ungkapnya.
Rizal juga menekankan bahwa masalah terbesar bagi guru saat ini adalah kesulitan untuk lepas dari tirani pikiran lama. Para pendidik sulit untuk menjadi diri sendiri dan menemukan versi terbaik dari dirinya yang secara tidak sadar menjadikan mereka robot-robot manusia kerumunan. Baca juga: Dinilai Berbahaya, Google Hapus Jawaban AI yang Tak Masuk Akal
“Pesan saya, jangan jadi manusia kerumunan. Jadilah manusia yang memiliki nilai hidup sendiri yang dipandu oleh moralitas alamiah, agar kita bisa mencatatkan sejarah dalam lembar kehidupan kita," tandasnya.
Kepala Sekolah SD Negeri 2 Api-api dan pegiat GSM dari Pekalongan C Nuredi berterima kasih atas gelaran Ngkaji Pendidikan di Surabaya itu. ”Ini adalah sebuah revolusi yang berakar dari hati dan jiwa para pendidik: sebuah Revolusi Guru Indonesia yang dipelopori Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM),” ungkapnya.
(poe)
Lihat Juga :