alexametrics

Pertumbuhan Ekonomi Kota Banjarbaru 7%, di Atas Rata-rata Nasional

loading...
Pertumbuhan Ekonomi Kota Banjarbaru 7%, di Atas Rata-rata Nasional
Darmawan Jaya Setiawan, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Kalsel, (kedua kanan) saat menerima kunjungan tim SINDONEWS, di kantornya, Kamis (28/2/2019).
A+ A-
KOTA BANJARBARU - Kota Banjarbaru terus berbenah diri. Pada usianya yang ke 20 tahun tepat 20 April 2019 nanti, Kota yang dikukuhkan UU Nomor 9/1999 ini tak pernah berhenti berubah untuk tumbuh menjadi lebih maju.

"Kota Banjarbaru semula bagian dari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Luasnya sekitar 371,3 kilometer persegi, dua kali luas Kota Bandung, lebih luas dari Surabaya dan separo Singapura. Lebih besar dari Kuala Lumpur. Separo Jakarta. Kami membanding-bandingkan dengan kota-kota tersebut bahwa kami punya potensi, bisa sejajar dengan kota-kota tersebut di tingkat nasional maupun internasional. Tinggal bagaimana kami bahu membahu mengembangkan kota ini," papar Wakil Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Darmawan Jaya Setiawan, dalam bincang-bincang dengan tim SINDONEWS, di kantornya, Kamis (28/2/2019).

Para pemimpin Kota Banjarbaru menyebut kota ini sebagai kota masa depan. Sebutan ini tak berlebihan, tercermin dari sisi pertumbuhan ekonominya yang tertinggi di Kalsel, bahkan rata-rata nasional, yakni 7%. Bank Indonesia menyebutkan angka yang sama. Indeks Pembangunan Manusianya tercatat 78,32.



"IPM tinggi menunjukkan pendidikan, kesehatan, pendapatan warganya bagus. Walaupun Ibu Kota Kalsel di Banjarmasin, tapi pusat pemerintahan di Kota Banjarbaru, lahan seluas 500 hektar perkantoran Provinsi Kalsel ada di sini. Kami juga ada Kebun Raya Banua, bekerjasama dengan Kebun Raya Bogor," terang Darmawan.

Belum lama ini Gubernur Bank Indonesia (BI) juga mengabarkan bahwa kantor BI Kalsel juga mau pindah ke Kota Banjarbaru. Begitu juga kantor pengadilan tinggi, pengadilan agama, Badan Pusat Statistik.

"Pengembangan bandara akan mulai beroperasi pada Oktober tahun ini. Bandara kami akan lebih lebih besar dari bandara Makassar. Keberadaan bandara ini akan mendukung dibentuknya Kota Banjarbaru yang berbasis bandara atau Aero City. Hal ini akan mendukung percepatan ekonomi lebih cepat lagi," tambah Darmawan.

Membangun fisik kota memang penting, kata Darmawan, tetapi membangun karakter manusianya tak kalah penting. "Karakter fisik harus hijau bersih, rapi. Karakter manusianya berarti peduli, jujur, disiplin. Membangun karakter manusia lebih berat. Kami membuat kurikulum berbaisis karakter sejak tingkat sekolah dasar, untuk membangun masyarakat relijius, berahklak mulia, cinta tanah air, peduli lingkungan, dan memiliki kemampuan sebagai wirausaha."

Pemerintah Kota Banjarbaru secara serius menumbuhkan kampung-kampung tematik, seperti Kampung Pejabat (pengolah jamu lokal untuk obat). Permukiman penduduk di tepi sungai ditata dengan menjadikan sungai jadi halaman depan. Sungai pun sekarang jauh lebih bersih.

Bila kita jalan-jalan di Kota Banjarbaru, kita akan mendapati pemdandangan yang asri, degan taman-taman yang hijau dan fasilitas fitnes outdoor yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. "Kami percaya kondisi fisik kota yang tertata baik akan membangun pikiran positif warganya," cetusnya.

Pembangunan fisik dan fasilitas umum yang baik merupakan wujud dari visi Kota Banjarbaru: Pelayanan berkarakter. "Pelayanan yang baik akan membuat kota jadi menarik para investor. Kami tidak punya banyak sumber daya alam, jadi kami bertumpu kepada perdagangan dan jasa," kata Darmawan.

Kota Banjarbaru mencerminkan keragaman budaya layaknya miniatur Indonesia, populasi penduduk Kota Banjarbaru 50 % jawa. Pertumbuhannya sebesar 4,3% lebih banyak dipicu oleh migrasi, bukan angka kelahiran.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak