Cegah Intoleransi, BNPT Gelar Sekolah Damai di SMAN 3 Semarang

Selasa, 21 Mei 2024 - 21:14 WIB
loading...
Cegah Intoleransi, BNPT...
Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Roedy Widodo membuka program Sekolah Damai di SMAN 3 Semarang. Foto/Ist
A A A
SEMARANG - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar program Sekolah Damai di SMAN 3 Semarang dalam rangka mencegah intoleransi dan paham radikalisme.

Sekolah Damai ini diharapkan dapat menciptakan public resilience (ketahanan masyarakat) dan public awareness (kepedulian masyarakat) untuk menumbuhkembangkan suatu ketahanan di satuan pendidikan, lingkungan masyarakat.

Baca juga: Cegah Intoleransi, Generasi Muda Diajak Penuhi Medsos dengan Pesan Damai

“Harapannya masyarakat dan para siswa memiliki daya tangkal, daya cegah, dan deteksi dalam melawan potensi intoleransi yang mengarah ke radikalisme dan tindak pidana terorisme,” kata Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Roedy Widodo saat membuka kegiatan, dikutip Selasa (21/5/2024).

Kegiatan keempat yang digelar setelah sebelumnya berlangsung di SMA 1 Palu, SMA 3 Serang, dan Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi.

Roedy menjelaskan, program Sekolah Damai ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan penuh dengan nilai-nilai toleransi.

"Hal ini penting dalam rangka untuk melawan intoleransi yang bisa mengarah ke radikalisme dan terorisme, kekerasan, dan bullying (perundungan),” ujarnya.

Baca juga: Cegah Intoleransi, Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Cek Perda dan Sekolah

Dia menambahkan, pendidik di sekolah mempunyai tugas besar dalam menyelamatkan generasi bangsa. Apalagi penyelenggaran kegiatan tepat pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan masih dalam bulan yang sama dengan Hari Pendidikan Nasional.

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Berangkat dari hati nurani dan kesadaran, serta panggilan jiwa. Jangan pernah melupakan peran seorang guru yang luar biasa,” tuturnya.

Roedy menjelaskan bahwa BNPT memiliki tujuh program prioritas di tahun 2024. Pertama perlindungan perempuan, anak, dan remaja, dari ancaman radikal terorisme. Berdasarkan penelitian, tingkat keterpaparan kaum perempuan, remaja, dan anak mencapai 70 persen.

“Dari hasil evaluasi peningkatan keterpaparan itu diketahui akibat sebagaian besar pengguna internet sekarang adalah perempuan, remaja, dan anak, melalui medsos dan internet. Perlu kita ketahui bahwa perekrutan paham intoleransi dan radikal terorisme bukan lagi secara tradisional tapi menggunakan teknologi internet,” jelas Roedy.

Program kedua adalah desa siap siaga, kemudian ketiga program Sekolah Damai yang sedang digelar di Semarang.

Kemudian program pembentukan Kampus Kebangsaan dengan mengajak perguruan tinggi menjadi benteng kebangsaan yang mendorong semangat persatuan dan kesatuan di kalangan mahasiswa.

Program prioritas kelima adalah asesmen pegawai dengan tugas risiko tinggi. Keenam penangan WNI yang terafiliasi dengan Foreign Terrorist Fighter (FTF), dan ketujuh program reintegrasi dan reedukasi mitra deradikalisai serta keluarga di luar lapas.

“Program ketujuh ini melakukan reintegrasi dan pendidikan ulang bagi mantan narapidana terorisme beserta keluarganya agar dapat kembali ke masyarakat dengan baik,” jelasnya.

Ia berharap seluruh elemen sekolah, baik guru maupun siswa dapat mendukung pelaksanaan program Sekolah Damai.

“Mari bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang damai, penuh toleransi, dan saling menghargai sehingga dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia,” harapnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
SMAN 4 Semarang Juara...
SMAN 4 Semarang Juara Umum Festival Internasional di Thailand
Miris Rumah Doa Digeruduk...
Miris Rumah Doa Digeruduk Massa, Sahroni: Aparat Harus Tegas Tindak Pihak Intoleran
SMAN 4 Semarang Wakili...
SMAN 4 Semarang Wakili Indonesia di Festival Seni Internasional Thailand
Lalin Normal, One Way...
Lalin Normal, One Way Lokal di Jalan Tol Semarang Dihentikan
Mudik 2026: One Way...
Mudik 2026: One Way Diterapkan dari Cikampek Utama KM 70-Semarang Barat KM 421
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Road To Kilau Raya Kota...
Road To Kilau Raya Kota Semarang : Siap Hadirkan Pesta Rakyat Spektakuler di Lapangan Pancasila Simpang Lima
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Rekomendasi
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved