Perumdam Sukabumi Belajar ke Bekasi Soal Penanganan Kebocoran Air
Rabu, 15 Mei 2024 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
”Sebelumnya kebocoran di Cabang Babelan 41 persen lebih, kini berkurang 28 persen sekaligus menambah pendapatan serta pelanggan. Sistem pembagian dari hasil pengurangan kebocoran yang diperoleh, 70 persen untuk swasta yang mengerjakan dan 30 persen untuk kami," katanya.
Baca Juga: Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan Air Bersih ke Masyarakat Terdampak Kebocoran Pipa
Dia mengatakan dalam kerja sama itu, Perumda Tirta Bhagasasi tidak mengeluarkan uang sepeser pun karena semua perbaikan kebocoran mulai penggantian pipa, alat ukur, dan alat lain yanh diperlukan dalam mengurangi kebocoran ditanggung pihak swasta.
”Setelah perjanjian kontrak lima tahun selesai, semua peralatan yang diganti swasta menjadi milik kami. Tadinya pendapatan Cabang Babelan Rp4 miliar setiap bulan, kini naik antara Rp5-6 miliar setelah berhasil mengurangi kehilangan air,” katanya.
Usep mengaku mengatasi kehilangan air akibat kebocoran sangat mudah yakni dengan mengganti seluruh jaringan pipa lama termasuk alat ukur meteran hanya biaya yang dibutuhkan relatif besar.
Dia menyatakan peristiwa kebocoran dalam setiap pengolahan air perusahaan daerah pasti terjadi dalam proses produksi mengingat pekerjaan pengurasan reservoir penampung air maupun instalasi pengolahan air secara periodik memerlukan air dan itu termasuk bagian dari kebocoran.
”Dari batas toleransi kebocoran 20 persen oleh Kementerian PUPR, kita targetkan 23-25 persen sesuai perencanaan bisnis hingga tahun 2027. Sekarang rata-rata kebocoran di kita 30 persen. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi. Salah satunya kerja sama dengan swasta,” katanya.
Baca Juga: Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan Air Bersih ke Masyarakat Terdampak Kebocoran Pipa
Dia mengatakan dalam kerja sama itu, Perumda Tirta Bhagasasi tidak mengeluarkan uang sepeser pun karena semua perbaikan kebocoran mulai penggantian pipa, alat ukur, dan alat lain yanh diperlukan dalam mengurangi kebocoran ditanggung pihak swasta.
”Setelah perjanjian kontrak lima tahun selesai, semua peralatan yang diganti swasta menjadi milik kami. Tadinya pendapatan Cabang Babelan Rp4 miliar setiap bulan, kini naik antara Rp5-6 miliar setelah berhasil mengurangi kehilangan air,” katanya.
Usep mengaku mengatasi kehilangan air akibat kebocoran sangat mudah yakni dengan mengganti seluruh jaringan pipa lama termasuk alat ukur meteran hanya biaya yang dibutuhkan relatif besar.
Dia menyatakan peristiwa kebocoran dalam setiap pengolahan air perusahaan daerah pasti terjadi dalam proses produksi mengingat pekerjaan pengurasan reservoir penampung air maupun instalasi pengolahan air secara periodik memerlukan air dan itu termasuk bagian dari kebocoran.
”Dari batas toleransi kebocoran 20 persen oleh Kementerian PUPR, kita targetkan 23-25 persen sesuai perencanaan bisnis hingga tahun 2027. Sekarang rata-rata kebocoran di kita 30 persen. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi. Salah satunya kerja sama dengan swasta,” katanya.
Lihat Juga :