Susah Sinyal dan Tak Punya Android, Pelajar Bawean Sekolah di Musala
Selasa, 18 Agustus 2020 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Dewi mengatakan, pertemuan dengan siswanya hanya dilakukan seminggu sekali. Para guru kawatir jika dilakukan lebih dari satu kali bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, meskipun Bawean termasuk zona aman. "Makanya satu minggu sekali diadakan pertemuan semacam ini," katanya pada Sindonews.
(Baca juga: Putra-putri Bawean Kibarkan Bendera Raksasa di Tebing Karst Gunung Batu )
Pertemuan itupun, kata dia, berdasarkan kesepakatan walimurid sendiri. Terkait berapa jumlah siswa maupun lokasi belajar para guru hanya mengikuti keinginan walimurid. "Karena ini kesepakatan ya saya mengikuti apa kata walimurid," ucapnya.
Sedangkan sehari-hari, belajar mengajar dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Bagi orangtua siswa yang tidak punya aplikasi, mereka terpaksa numpang pada teman yang dekat rumah.
(Baca juga: Putra-putri Bawean Kibarkan Bendera Raksasa di Tebing Karst Gunung Batu )
Pertemuan itupun, kata dia, berdasarkan kesepakatan walimurid sendiri. Terkait berapa jumlah siswa maupun lokasi belajar para guru hanya mengikuti keinginan walimurid. "Karena ini kesepakatan ya saya mengikuti apa kata walimurid," ucapnya.
Sedangkan sehari-hari, belajar mengajar dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Bagi orangtua siswa yang tidak punya aplikasi, mereka terpaksa numpang pada teman yang dekat rumah.
(msd)
Lihat Juga :