Pemkot Bandung Ajukan Syarat Ini Jika Konser Musik Digelar
Minggu, 16 Agustus 2020 - 16:43 WIB
loading...
Kreativitas musik anak muda Bandung vakum dari konser berbagai genre musik yang sebelumnya rutin digelar sepanjang tahun memeriahkan jagad musik Tanah Air.
A
A
A
BANDUNG - Telah enam bulan lebih konser musik tak digelar di Kota Bandung akibat pandemi COVID-19. Kreativitas musik anak muda Bandung vakum dari konser berbagai genre musik yang sebelumnya rutin digelar sepanjang tahun memeriahkan jagad musik Tanah Air.
Sebut saja Hellprint United Day, Bandung Brisik, The Papandayan Jazz Bandung Festival, Kickfest, dan lain-lain. Kegiatan konser musik dilarang selama pandemi karena event tersebut mengundang kerumunan massa sehingga berisiko terhadap penularan virus Corona. (Baca: Seniman Bandung Gusjur Mahesa Dukung Masyarakat Adat Sunda Cigugur)
Agar konser musik diizinkan kembali digelar dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Pelaku Event Bandung (PEB) menggelar simulasi konser musik dengan penerapan protokol kesehatan, Minggu (16/8/2020). Simulasi tersebut dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, dan anggota PEB.
Ketua Pelaksana Simulasi Event dari PEB Adithya Permana mengatakan, dalam simulasi konser musik mengutamakan keselamatan personal dan personel yang terlibat dengan menerapkan physical distancing, prosedur keselamatan, pengelolaan audiens, dan penguatan aturan fasilitas kesehatan.
Penyelenggara acara, kata Adithya, mewajibkan setiap pengunjung mengenakan masker dan memeriksa suhu tubuh. Selain itu, penyelenggara juga menyediakan hand sanitizer. Jumlah pengunjung juga dibatasi."Panitia konser dan penampil memakai Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan, dan pelindung wajah atau face shield," kata Adithya.
Sebut saja Hellprint United Day, Bandung Brisik, The Papandayan Jazz Bandung Festival, Kickfest, dan lain-lain. Kegiatan konser musik dilarang selama pandemi karena event tersebut mengundang kerumunan massa sehingga berisiko terhadap penularan virus Corona. (Baca: Seniman Bandung Gusjur Mahesa Dukung Masyarakat Adat Sunda Cigugur)
Agar konser musik diizinkan kembali digelar dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Pelaku Event Bandung (PEB) menggelar simulasi konser musik dengan penerapan protokol kesehatan, Minggu (16/8/2020). Simulasi tersebut dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, dan anggota PEB.
Ketua Pelaksana Simulasi Event dari PEB Adithya Permana mengatakan, dalam simulasi konser musik mengutamakan keselamatan personal dan personel yang terlibat dengan menerapkan physical distancing, prosedur keselamatan, pengelolaan audiens, dan penguatan aturan fasilitas kesehatan.
Penyelenggara acara, kata Adithya, mewajibkan setiap pengunjung mengenakan masker dan memeriksa suhu tubuh. Selain itu, penyelenggara juga menyediakan hand sanitizer. Jumlah pengunjung juga dibatasi."Panitia konser dan penampil memakai Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan, dan pelindung wajah atau face shield," kata Adithya.
Lihat Juga :