Viral Batu Nisan Makam Tionghoa Jadi Tutup Selokan di Semarang, Ini Kata Dewan Pakar PSMTI
Minggu, 17 Maret 2024 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
“Nah terkait Bong Pay itu kan orang-orang sekarang itu peninggalan dari mbah-mbahnya yang dulu, jadi ketidaktahuan mereka terkait itu. Jadi tidak ada unsur kesengajaan juga karena ketidaktahuan,” lanjutnya.
Pihaknya bersama warga kemudian membongkar Bong Pay tersebut, jumlahnya ada 17 buah. Kemudian diserahkan ke pihak PSMTI dan pihaknya juga mengganti tutup selokan warga.
Baca juga; 2 Kuburan China Dibongkar Orang Misterius, Pelaku Diduga Ingin Ambil Harta Karun
“Mereka (PSMTI) intinya terima kasih dengan tindaklanjut apa yang kita di sini, di wilayah yang kita lakukan dan mereka sendiri juga menyadari dan tidak ada unsur kesalahan di warga kita, karena ketidaktahuan dan itu sudah berlangsung lama. Dari tahun 60an mungkin itu dulu di sini, sudah lama banget,” bebernya.
Diwawancara terpisah, Dewan Pakar PSMTI Dewi Susilo Budiharjo menyebut memang tidak etis jika ada kesengajaan Bong Pay itu sampai jadi tutup selokan. Namun, dia memaklumi ketidaktahuan warga.
“Memang membuat terenyuh ketika ada Bong Pay jadi tutup selokan, jadi alat cuci pakaian. Tapi saya yakin karena ini ketidaktahuan warga,” kata Dewi saat diwawancara di Kota Semarang, Sabtu malam.
Pihaknya bersama warga kemudian membongkar Bong Pay tersebut, jumlahnya ada 17 buah. Kemudian diserahkan ke pihak PSMTI dan pihaknya juga mengganti tutup selokan warga.
Baca juga; 2 Kuburan China Dibongkar Orang Misterius, Pelaku Diduga Ingin Ambil Harta Karun
“Mereka (PSMTI) intinya terima kasih dengan tindaklanjut apa yang kita di sini, di wilayah yang kita lakukan dan mereka sendiri juga menyadari dan tidak ada unsur kesalahan di warga kita, karena ketidaktahuan dan itu sudah berlangsung lama. Dari tahun 60an mungkin itu dulu di sini, sudah lama banget,” bebernya.
Diwawancara terpisah, Dewan Pakar PSMTI Dewi Susilo Budiharjo menyebut memang tidak etis jika ada kesengajaan Bong Pay itu sampai jadi tutup selokan. Namun, dia memaklumi ketidaktahuan warga.
“Memang membuat terenyuh ketika ada Bong Pay jadi tutup selokan, jadi alat cuci pakaian. Tapi saya yakin karena ini ketidaktahuan warga,” kata Dewi saat diwawancara di Kota Semarang, Sabtu malam.

Lihat Juga :