Warga Kebomas Gresik Protes Tidak Dapat Beras Bansos Corona
Selasa, 14 April 2020 - 18:41 WIB
loading...
Puluhan warga saat meluruk kantor Kelurahan Kebomas karena tidak mendapatkan bantuan beras dari Pemkab Gresik. Foto/SINDOnews/ashadi ik
A
A
A
GRESIK - Puluhan warga Kelurahan Kebomas, Gresik protes kepada pemerintah karena tidak mendapat beras bantuan sosial (bansos) dampak virus corona atau Covid-19
Warga meluruk kantor kelurahan setempat karena menganggap pembagian beras itu tidak adil. Banyak warga yang terdampak Covid-19 tidak menerima bantuan.
Tidak ada petugas dari kelurahan yang menemui warga. Hanya petugas Bhabinkamtibmas dari Polsek Kebomas yang berusaha menenangkan ibu-ibu itu.
Indrawati, salah satu warga mengaku kedatangannya ke kantor kelurahan untuk menanyakan bantuan beras. Sebab banyak orang dari luar RT 3 dan RT 4 mendapat jatah beras lebih banyak. Sedangkan warga sekitar yang ikut terdampak tidak dapat.
"Saya hamil dan tidak bekerja sekarang. Kenapa tidak mendapatkan bantuan," tanya perempuan itu yang datang bersama seorang putrinya.
Wanita berusia 35 tahun ini hanya bisa pasrah. Dirinya meminta pihak kelurahan lebih aktif lagi mendata warga. Sebab, data yang dimiliki oleh pemerintah tidak sesuai di lapangan.
Banyak warga mampu dan memiliki kendaraan bagus masih mendapat bantuan beras itu. Sedangkan warga disekitar kelurahan yang kini banyak pengangguran akibat pandemi tetapi tidak dapat bantuan.
Warga meluruk kantor kelurahan setempat karena menganggap pembagian beras itu tidak adil. Banyak warga yang terdampak Covid-19 tidak menerima bantuan.
Tidak ada petugas dari kelurahan yang menemui warga. Hanya petugas Bhabinkamtibmas dari Polsek Kebomas yang berusaha menenangkan ibu-ibu itu.
Indrawati, salah satu warga mengaku kedatangannya ke kantor kelurahan untuk menanyakan bantuan beras. Sebab banyak orang dari luar RT 3 dan RT 4 mendapat jatah beras lebih banyak. Sedangkan warga sekitar yang ikut terdampak tidak dapat.
"Saya hamil dan tidak bekerja sekarang. Kenapa tidak mendapatkan bantuan," tanya perempuan itu yang datang bersama seorang putrinya.
Wanita berusia 35 tahun ini hanya bisa pasrah. Dirinya meminta pihak kelurahan lebih aktif lagi mendata warga. Sebab, data yang dimiliki oleh pemerintah tidak sesuai di lapangan.
Banyak warga mampu dan memiliki kendaraan bagus masih mendapat bantuan beras itu. Sedangkan warga disekitar kelurahan yang kini banyak pengangguran akibat pandemi tetapi tidak dapat bantuan.
Lihat Juga :