Hasutan Tumenggung ke Putra Mahkota Mataram Picu Penyerangan ke Keraton Mataram
Sabtu, 19 April 2025 - 08:37 WIB
loading...
Putra mahkota Kerajaan Mataram konon pernah mengadakan serangan pemberontakan ke keraton. Foto/SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Putra mahkota Kerajaan Mataram konon pernah mengadakan serangan pemberontakan ke keraton. Serangan ini muncul karena timbul konflik antarputra mahkota dan adik Sultan Agung, yang bertahta di Mataram saat itu.
Gubernur Jenderal Belanda kala itu Van Goens mengisahkan, bagaimana perselisihan itu muncul di keraton. Sang putra mahkota itu nekat melakukan pemberontakan karena hasutan dari Tumenggung Pasisingan dan anaknya, Tumenggung Agrayuda.
Tumenggung Pasisingan dan Tumenggung Agrayuda mengobarkan nafsu Pangeran Alit untuk menjadi raja. Mereka memberi jaminan kepada Pangeran Alit bahwa separuh Mataram berpihak kepadanya. Kesempatan untuk merebut kekuasaan pada saat itu bagus sekali, karena suasana dalam keraton lama masih sepi sekali.
Baca juga: Sosok Purbaya, Komandan Sakti Pilihan Sultan Agung dengan Jampi-jampi Runtuhkan Tembok Batavia
Semuanya sedang sibuk membangun keraton baru. Dikatakan dalam Serat Kandha, yang dikutip SindoNews, Sabtu (19/4/2025) dari buku "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I", Tumenggung Silingsingan, yang marah karena kecurigaan Raja, mengingatkan adik Raja bahwa Sultan Agung pernah berkata bahwa ia "harus turut menikmati keuntungan-keuntungan dan pendapatan-pendapatan Mataram".
Gubernur Jenderal Belanda kala itu Van Goens mengisahkan, bagaimana perselisihan itu muncul di keraton. Sang putra mahkota itu nekat melakukan pemberontakan karena hasutan dari Tumenggung Pasisingan dan anaknya, Tumenggung Agrayuda.
Tumenggung Pasisingan dan Tumenggung Agrayuda mengobarkan nafsu Pangeran Alit untuk menjadi raja. Mereka memberi jaminan kepada Pangeran Alit bahwa separuh Mataram berpihak kepadanya. Kesempatan untuk merebut kekuasaan pada saat itu bagus sekali, karena suasana dalam keraton lama masih sepi sekali.
Baca juga: Sosok Purbaya, Komandan Sakti Pilihan Sultan Agung dengan Jampi-jampi Runtuhkan Tembok Batavia
Semuanya sedang sibuk membangun keraton baru. Dikatakan dalam Serat Kandha, yang dikutip SindoNews, Sabtu (19/4/2025) dari buku "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I", Tumenggung Silingsingan, yang marah karena kecurigaan Raja, mengingatkan adik Raja bahwa Sultan Agung pernah berkata bahwa ia "harus turut menikmati keuntungan-keuntungan dan pendapatan-pendapatan Mataram".
Lihat Juga :