COVID-19 Masih Tinggi Surabaya Masuk Zona Orange, Ini Penjelasannya

loading...
COVID-19 Masih Tinggi Surabaya Masuk Zona Orange, Ini Penjelasannya
Saat ini Surabaya telah masuk ke dalam zona orange atau zona sedang dalam peta zonasi resiko penyebaran COVID-19. FOTO : DOK SINDOnews
JAKARTA - Saat ini Surabaya telah masuk ke dalam zona orange atau zona sedang dalam peta zonasi risiko penyebaran COVID-19. Namun, kasus COVID-19 di Surabaya masih termasuk tinggi dan berkontribusi penambahan kasus terbanyak di Jawa Timur. Bahkan jumlah testing di Surabaya juga masih sedikit.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa dalam menentukan zona risiko suatu wilayah ada 15 indikator.

“Perlu kami sampaikan bahwa dalam menentukan suatu zona dengan metode pembobotan itu didasarkan pada 15 indikator yang terdiri dari tiga kelompok besar yaitu epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan,” kata Wiku dalam Konferensi Pers virtual di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Wiku pun menegaskan bahwa dalam penentuan zonasi juga tidak hanya dari jumlah testing saja. Namun, dari jumlah kesembuhan hingga kematian. “Jadi tidak hanya dari tes saja, tetapi juga dengan jumlah kasus, jumlah kesembuhan jumlah kematian dan seterusnya.”(Baca juga : Pukuli Dokter, Ketua dan Dua Angota LSM GMBI Ditahan Polda Jatim)



Perubahan ini tentunya juga karena penanganan kasus di Surabaya, kata Wiku semakin membaik. “Dan terlihat memang zonanya sudah berubah dari zona merah jadi orange. Dan itu terjadi tentunya bukan hanya karena aspek tes saja, tetapi juga penanganan kasus yang sudah mulai membaik.”

Wiku pun mendorong agar Surabaya dan wilayah-wilayah lain agar menjadikan zona hijau. “Dan ini harus didorong terus supaya sudah nya makin lama makin baik untuk menjadi kuning ataupun suatu saat menjadi hijau,” tegas Wiku.(Baca juga : PDIP Belum Umumkan Rekom untuk Pilwali Surabaya, Ini Kata Pengamat)
(nun)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top