Dana Pengembangan Bandara Sultan M Kaharudin Ditarik Lagi untuk Tangani COVID-19
Selasa, 11 Agustus 2020 - 20:26 WIB
loading...
Kepala Bandara Sultan M Kaharuddin Sumbawa, Sutarmin. (Foto/Inews TV/Edy Irawan)
A
A
A
SUMBAWA - Bandar Udara (Bandara) Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Nusa Tenggara Barat , menuai kendala pada peningkatan dan pengembangan fasilitas dan sarana akibat adanya COVID-19.
Kepala Bandara M Kaharuddin Sumbawa, Sutarmin mengakui hal itu. Dia mengatakan, seluruh anggaran yang telah dianggarkan tahun 2020 telah ditarik kembali oleh pemerintah pusat guna penanganan virus Corona yang mewabah.
"Dana pengembangan Bandara di Sumbawa telah ditarik kembali oleh pemerintah pusat untuk penanganan COVID-19. Dengan ditariknya anggaran itu, tahun 2020 ini tidak peningkatan maupun pengembangan untuk Bandara Sultan M Kaharuddin Sumbawa," kata Sutarmin, Selasa (11/08/2020). (Putin: Rusia Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin Covid-19)
Saat ini Bandara Sumbawa masih membutuhkan pelapisan dan pengerasan apron guna peningkatan PCN serta pelebaran taxi menuju apron. Hal ini pun bertujuan agar fasilitas Bandara setempat terlihat memadai dan dapat didarati pula oleh pesawat yang lebih besar.
"Saat ini hanya ada satu maskapai komersil yakni Wing's Air dan flight school yang mendarat. Kalau Wings dengan kapasitas penumpang 72 orang, setiap hari beroperasi dengan rute Sumbawa-Mataram dan Mataram-Sumbawa sangat lancar," tuturnya
Kepala Bandara M Kaharuddin Sumbawa, Sutarmin mengakui hal itu. Dia mengatakan, seluruh anggaran yang telah dianggarkan tahun 2020 telah ditarik kembali oleh pemerintah pusat guna penanganan virus Corona yang mewabah.
"Dana pengembangan Bandara di Sumbawa telah ditarik kembali oleh pemerintah pusat untuk penanganan COVID-19. Dengan ditariknya anggaran itu, tahun 2020 ini tidak peningkatan maupun pengembangan untuk Bandara Sultan M Kaharuddin Sumbawa," kata Sutarmin, Selasa (11/08/2020). (Putin: Rusia Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin Covid-19)
Saat ini Bandara Sumbawa masih membutuhkan pelapisan dan pengerasan apron guna peningkatan PCN serta pelebaran taxi menuju apron. Hal ini pun bertujuan agar fasilitas Bandara setempat terlihat memadai dan dapat didarati pula oleh pesawat yang lebih besar.
"Saat ini hanya ada satu maskapai komersil yakni Wing's Air dan flight school yang mendarat. Kalau Wings dengan kapasitas penumpang 72 orang, setiap hari beroperasi dengan rute Sumbawa-Mataram dan Mataram-Sumbawa sangat lancar," tuturnya
Lihat Juga :