Mahfud MD: Program Beri Gaji Guru Ngaji Berlaku untuk Semua Agama
Sabtu, 13 Januari 2024 - 09:43 WIB
loading...
Cawapres Mahfud MD menegaskan bahwa program Gaji Guru Ngaji berlaku untuk semua agama. Foto/Istimewa
A
A
A
PASURUAN - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD menegaskan komitmennya untuk menyejahterakan guru ngaji. Mahfud menekankan, salah satu program Ganjar-Mahfud itu akan berlaku untuk guru-guru dari semua agama di Indonesia.
”Kita punya program dan pasti punya uang karena uangnya ada, memberi honor tetap kepada semua guru ngaji, termasuk non-Islam guru agama, dikasih,” kata Mahfud menjawab pertanyaan dalam Halaqoh Kebangsaan di Darut Tauhid Cangaan, Bangil Pasuruan, Jawa Timur.
Pemuda beragama Hindu bernama Singgih itu ingin tahu apakah guru-guru dari agama lain mendapatkan fasilitas yang sama. Apalagi, selama ini, sebenarnya sudah ada honor yang diketahuinya bagi guru-guru ngaji.
Baca Juga: Ziarah ke Makam Syarifah Khadijah di Bangil, Mahfud: Mewarisi Para Pemimpin Besar
Namun, dia merasa, honor seperti itu belum mencakup guru-guru dari komunitas agama lain seperti Hindu. ”Dari dulu di Pasuruan ada guru-guru ngaji yang mendapat honor, tapi kita minoritas kok tidak diperhatikan seperti itu,” ujar Singgih.
Selain menegaskan berlaku ke semua agama, Mahfud turut mengungkapkan latar belakang salah satu program itu. Mahfud menerangkan, dia sendiri merupakan lulusan madrasah ibtidaiyah dan lulusan pondok pesantren.
”Diajari ngaji di langgar-langgar, saya bisa jadi menteri, yang mengajari saya tidak ada yang mengurus, guru-guru madrasah, marbot masjid, madrasah diniyah, itu tidak ada yang mengurus,” ungkapnya.
”Kita punya program dan pasti punya uang karena uangnya ada, memberi honor tetap kepada semua guru ngaji, termasuk non-Islam guru agama, dikasih,” kata Mahfud menjawab pertanyaan dalam Halaqoh Kebangsaan di Darut Tauhid Cangaan, Bangil Pasuruan, Jawa Timur.
Pemuda beragama Hindu bernama Singgih itu ingin tahu apakah guru-guru dari agama lain mendapatkan fasilitas yang sama. Apalagi, selama ini, sebenarnya sudah ada honor yang diketahuinya bagi guru-guru ngaji.
Baca Juga: Ziarah ke Makam Syarifah Khadijah di Bangil, Mahfud: Mewarisi Para Pemimpin Besar
Namun, dia merasa, honor seperti itu belum mencakup guru-guru dari komunitas agama lain seperti Hindu. ”Dari dulu di Pasuruan ada guru-guru ngaji yang mendapat honor, tapi kita minoritas kok tidak diperhatikan seperti itu,” ujar Singgih.
Selain menegaskan berlaku ke semua agama, Mahfud turut mengungkapkan latar belakang salah satu program itu. Mahfud menerangkan, dia sendiri merupakan lulusan madrasah ibtidaiyah dan lulusan pondok pesantren.
”Diajari ngaji di langgar-langgar, saya bisa jadi menteri, yang mengajari saya tidak ada yang mengurus, guru-guru madrasah, marbot masjid, madrasah diniyah, itu tidak ada yang mengurus,” ungkapnya.
Lihat Juga :