Anak-anak Papua Berjibaku Memadamkan Api di Hutan Lindung Wamena
Selasa, 11 Agustus 2020 - 06:42 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Denny, aksi sejumlah bocah itu terjadi spontan tanpa ada yang menyuruh mereka. Mereka dengan sigap langsung berusaha memadamkan api yang terus menyala dan menjalar ke sejumlah lahan rumput liar.
Dari informasi yang didapatkan SINDOnews, pembentukan kebun raya tersebut merupakan Proyek Pengembangan Masyarakat Pedesaan di Wamena , Kabupaten Jayawijaya, yang mengikutsertakan beberapa satuan kerja LIPI, di antaranya adalah Pusat Penelitian Biologi, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna, serta Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan.
Proyek ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah setempat. Namun sayangnya dengan berjalannya waktu, kondisi Kebun Raya Biologi Wamena , tersebut sudah nampak tak terurus lagi.
Beberapa tahun terakhir di lokasi itu, tepatnya pada tahun 2017, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah membudidayakan tanaman khas dari Jepang, yakni bunga sakura (prunus serrulatadi) di Kebun Raya Biologi Wamena , Provinsi Papua.
(Baca juga: Yakin Jadi Ketua Golkar, Lambert Jitmau Minta Pendukung Tenang )
Peneliti LIPI, Soekarno saat itu mengatakan, budi daya bunga sakura hanya bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat Papua tentang tumbuhan itu. "Proses budi daya di pembibitan sudah 50 persen tumbuh. Untuk ditanamnya belum kami coba. Pembibitan dari luar Papua dan kita datangkan ke pembibitan masih di dalam polibag," kata Soekarno.
Menurut dia, pada saat tertentu seluruh daun tumbuhan sakura akan gugur dan hanya tersisa bunga yang sangat indah. "Beberapa jenis tumbuhan yang kami bawa ke Wamena , itu lebih ke spesifik tanaman hias yang tidak ke invasif, misalnya sakura," katanya.
Dari informasi yang didapatkan SINDOnews, pembentukan kebun raya tersebut merupakan Proyek Pengembangan Masyarakat Pedesaan di Wamena , Kabupaten Jayawijaya, yang mengikutsertakan beberapa satuan kerja LIPI, di antaranya adalah Pusat Penelitian Biologi, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna, serta Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan.
Proyek ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah setempat. Namun sayangnya dengan berjalannya waktu, kondisi Kebun Raya Biologi Wamena , tersebut sudah nampak tak terurus lagi.
Beberapa tahun terakhir di lokasi itu, tepatnya pada tahun 2017, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah membudidayakan tanaman khas dari Jepang, yakni bunga sakura (prunus serrulatadi) di Kebun Raya Biologi Wamena , Provinsi Papua.
(Baca juga: Yakin Jadi Ketua Golkar, Lambert Jitmau Minta Pendukung Tenang )
Peneliti LIPI, Soekarno saat itu mengatakan, budi daya bunga sakura hanya bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat Papua tentang tumbuhan itu. "Proses budi daya di pembibitan sudah 50 persen tumbuh. Untuk ditanamnya belum kami coba. Pembibitan dari luar Papua dan kita datangkan ke pembibitan masih di dalam polibag," kata Soekarno.
Menurut dia, pada saat tertentu seluruh daun tumbuhan sakura akan gugur dan hanya tersisa bunga yang sangat indah. "Beberapa jenis tumbuhan yang kami bawa ke Wamena , itu lebih ke spesifik tanaman hias yang tidak ke invasif, misalnya sakura," katanya.
Lihat Juga :