KNKT Investigasi Tragedi Tabrakan Kereta Api di Cicalengka: Cari Data dan Black Box

Sabtu, 06 Januari 2024 - 15:22 WIB
loading...
KNKT Investigasi Tragedi...
KNKT mulai melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kecekalaan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung di petak Stasiun Cicalengka-Haurpugur. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Penyebab terjadinya tabrakan kereta yang melibatkan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya di Lintasan Petak Cicalengka-Haurpugur, Kabupaten Bandung pada Jumat (5/1) masih dalam investigasi.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan proses investigasi baru akan dilakukan hari ini dengan melakukan wawancara kepada petugas-petugas yang terkait dalam peristiwa ini.

”Hari ini akan melakukan wawancara dengan petugas-petugas terkait, karena kemarin kita fokus kepada masalah penanganan korban dulu,” ujar Soerjanto di kantor UPT Resor Jalan Rel 2.9 Cicalengka Bandung, Sabtu (6/1/2024).

Baca Juga: PT KAI Jamin Pendidikan 4 Anak Korban Kecelakaan KA Turangga Vs Commuter Line Bandung Raya

Soerjanto menjelaskan, investigasi yang dilakukan hari ini dimulai dengan interview kepada para petugasnya dan mengambil semua data yang ada di Stasiun Cicalengka maupun Stasiun Haurpugur dan dilakukan hingga hari Senin 8 Januari 2024.

”Iya, pertama kita lagi mau mewawancara, apa yang mereka rasakan dan alami, nanti kita akan cocokkan dengan data loger yang kita baca di Stasiun Haurpugur dan kalaupun di Cicalengka maka kita akan periksa di kedua keterangan itu, kita cari penyebab pastinya,” katanya.

Selain itu, para petugas pelayanan juga akan diwawancarai terkait bagaimana translate-an setelah diunduh dari data loger. ”Itu akan kami minta juga seperti apa pembacaannya, seputar proses aja. Jadi masih collecting, masih mengumpulkan semua data-data,” jelasnya.

Baca Juga: Firasat Keluarga Andrian, Pramugara KA Turangga: Almarhum Lebih Romantis ke Ibu dan Istri

Selain itu, Soerjanto menyebut dalam investigasi kali ini, dirinya belum bisa menyimpulkan berapa lama waktu dalam mengungkap tragedi ini. Selain mewawancarai petugas, pihaknya juga akan menggali informasi seperti penerbangan dengan mencari dari data Black Boxnya.

Soerjanto menyebut, terkait black box ini pihaknya terus berusaha untuk mengambil dari lokomotif. Karena lokomotif sendiri dalam keadaan rusak sehingga hal tersebut sedikit mengganggu dalam investigasinya.



Selain itu, jika memang hari ini data dari black box bisa diambil, pihaknya akan langsung melakukan investigasi langsung. ”Jika hari ini bisa di ambil, otomatis kita bisa download terus nanti kita minta penjelasan dari KAI atau dari LAN,” ungkapnya.

Soerjanto menjelaskan, ketika semua data sudah bisa diperoleh, pihaknya menyimpulkan baru bisa memberikan report hasil investigasinya dalam waktu 3 bulan. ”Baru akan mulai hari ini, nanti mungkin dalam waktu tiga bulanan, report akhir,” jelasnya.

Untuk tingkat kesulitan sendiri kata dia belum bisa dipastikan, lantaran kereta api harus menyesuaikan dengan black box nya. ”Kadang lebih rumit dan kadang lebih mudah. Jadi, kalau kereta tergantung lokomotifnya, kalau lokomotif yang 201 hanya dipasang GPS,” pungkasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejalan Kaki Tewas Tertemper...
Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Cikarang-Kampung Bandan di Bekasi
Menhub soal Sinyal Hijau...
Menhub soal Sinyal Hijau Sebelum Argo Bromo Tabrak KRL: Masih Didalami
KNKT Ungkap KA Argo...
KNKT Ungkap KA Argo Bromo Dapat Sinyal Hijau di Stasiun Bekasi Sebelum Tabrak KRL
Sopir Taksi Green SM...
Sopir Taksi Green SM Ditetapkan Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
KNKT: Masinis Argo Bromo...
KNKT: Masinis Argo Bromo Sempat Ngerem' 1,3 Km Sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
3 Tahun Jangkau 12 Ribu...
3 Tahun Jangkau 12 Ribu Warga, Dexa Group Perluas Akses Cek Kesehatan Gratis
Hujan Tak Surutkan Antusiasme...
Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga Sambut Prabowo di Bandung
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Bandung Jadi Destinasi...
Bandung Jadi Destinasi Favorit saat Libur Panjang, Ini 3 Tempat Wisata Paling Hits
Rekomendasi
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved