Curanmor Dominasi Kasus Kriminalitas di Kota Bandung Sepanjang 2023
Minggu, 31 Desember 2023 - 09:28 WIB
loading...
Kapolrestabes Bandung Pol Kombes Budi Sartono merilis kinerja Polrestabes Bandung dan jajaran selama 2023. Foto/MPI/Agus Warsudi
A
A
A
BANDUNG - Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling banyak terjadi di Kota Bandung selama 2023. Polrestabes Bandung curanmor pada 2023 sebanyak 661 kasus atau naik 219 persen dibandingkan 2022 yang hanya 221.
Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono mengatakan, pencurian kendaraan roda dua atau motor paling banyak terjadi 638 kasus dan 23 mobil. Sedangkan pada 2022 terjadi 200 kasus pencurian motor dan 21 mobil.
Kasus tertinggi kedua adalah penipuan 578 kasus, penggelapan 324, dan penganiayaan berat 280.
Baca Juga: Modus Baru Curanmor Patahkan Stang, 30 Unit Motor Curian Disita di Bandung
“Kasus curanmor roda dua menjadi tindak pidana paling banyak terjadi di Kota Bandung. Tahun lalu (2022) 200 kasus, sekarang 638 kasus, meningkat mencapai 219 persen,” kata Budi Sartoni dalam keterangannya, Minggu (31/12/2023).
“Jika dilihat secara keseluruhan, dari sekitar 25 jenis tindak pidana, tahun ini ada peningkatan 39 persen. Pada 2022 terjadi 2.432 kasus. Sedangkan pada 2023 ini ada 3.382 yang kami tangani,” sambungnya.
Budi menuturkan, lokasi tindak pidana paling banyak terjadi di permukiman penduduk. Polrestabes Bandung mencatat 1.628 kasus terjadi di permukiman. Sementara dari sisi waktu kejadian, pukul 18.00-24.00 WIB paling mendominasi di angka 953 kasus.
Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono mengatakan, pencurian kendaraan roda dua atau motor paling banyak terjadi 638 kasus dan 23 mobil. Sedangkan pada 2022 terjadi 200 kasus pencurian motor dan 21 mobil.
Kasus tertinggi kedua adalah penipuan 578 kasus, penggelapan 324, dan penganiayaan berat 280.
Baca Juga: Modus Baru Curanmor Patahkan Stang, 30 Unit Motor Curian Disita di Bandung
“Kasus curanmor roda dua menjadi tindak pidana paling banyak terjadi di Kota Bandung. Tahun lalu (2022) 200 kasus, sekarang 638 kasus, meningkat mencapai 219 persen,” kata Budi Sartoni dalam keterangannya, Minggu (31/12/2023).
“Jika dilihat secara keseluruhan, dari sekitar 25 jenis tindak pidana, tahun ini ada peningkatan 39 persen. Pada 2022 terjadi 2.432 kasus. Sedangkan pada 2023 ini ada 3.382 yang kami tangani,” sambungnya.
Budi menuturkan, lokasi tindak pidana paling banyak terjadi di permukiman penduduk. Polrestabes Bandung mencatat 1.628 kasus terjadi di permukiman. Sementara dari sisi waktu kejadian, pukul 18.00-24.00 WIB paling mendominasi di angka 953 kasus.
Lihat Juga :