Viral Video Tokoh Masyarakat Rebut Jenazah COVID-19, Ini Kata Walikota Malang

loading...
Viral Video Tokoh Masyarakat Rebut Jenazah COVID-19, Ini Kata Walikota Malang
Video viral yang menunjukkan tokoh agama dan massa di Malang merebut jenazah probable COVID-19. Foto: iNews/Deni Irwansyah
MALANG - Video viral seorang tokoh masyarakat bersama warga merebut paksa jenazah pasien COVID-19 di sebuah rumah sakit di Kota Malang, Jawa Timur, membuat gempar.

Untuk menghindari terulangnya masalah ini, Wali Kota Malang, Sutiaji akan mengumpulkan tokoh-tokoh dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI, NU dan Muhammadiyah untuk berkoordinasi.

(Baca juga:Gilang Tersangka 'Fetish Kain Jarik' Diperiksa Psikiater)

Dalam video berdurasi 2 menit 42 detik tersebut terlihat massa merebut jenazah saat akan dipulasarakan di Rumah Sakit Tentara Soepraoen, Kota Malang, Sabtu (8/8/2020). Jenazah berinisial BB (58), warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang yang meninggal dalam perawatan dengan status probable COVID-19.



Perebutan jenazah dilakukan saat dokter rumah sakit tengah memberikan pemahaman terkait kondisi jenazah. Tokoh tersebut bersama massa membuka paksa kantong jenazah bahkan diciumi lalu dibawa pergi.

Adanya peristiwa ini disesalkan oleh Ketua Satgas Covid-19 yang juga Wali Kota Malang, Sutiaji. Hal ini lantaran hal tersebut justru dilakukan oleh seorang tokoh agama.

(Baca juga:Menunggu 10 Tahun, Pemkab Gresik Bangun Jalur Karangrejo-Mengare)



“Saya menyesalkan kejadian itu, karena pelaku justru tokoh agama. Dampak video ini luar biasa karena menimbulkan ketidakpercayaan kepada pihak-pihak yang selama ini banting tulang mengurus kasus Covid-19,” katanya, Senin (10/8/2020).

Sutiaji berencana mengumpulkan tokoh agama untuk koordinasi. Nantinya, para tokoh ini akan diminta membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Saya mohon sekali lagi pada tokoh-tokoh agama agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.
(msd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top